facebook

Dear Pekerja, 5 Kebiasaan Ini Tanpa Kamu Sadari Bisa Merusak Otak, Lho!

Dope Life
Dear Pekerja, 5 Kebiasaan Ini Tanpa Kamu Sadari Bisa Merusak Otak, Lho!
ilustrasi kerja otak (aytuguluturk/pixabay.com)

Siapa sangka, kebiasaan-kebiasaan yang dianggap lumrah bagi kebanyakan orang rupanya tanpa disadari berpotensi mengganggu kesehatan tubuh, terutama fungsi otak.

Entah itu saat kamu mulai bekerja mendadak sulit fokus yang mencegahmu untuk melakukan aktivitas seperti biasanya sehingga performa kerjamu menurun drastis dan menghambat upayamu dalam pencapaian karir, lebih parahnya lagi kamu justru lebih mudah stres dan depresi.

Jika kamu ingin tahu apa saja kebiasaan merusak otak yang menjadi penyebabkan performa kerja menurun. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Multitasking

ilustrasi multitasking (mohamed_hassan/pixabay.com)
ilustrasi multitasking (mohamed_hassan/pixabay.com)

Terdapat banyak sekali persyaratan masuk kerja yang mengharuskan calon kandidatnya bisa kerja multitasking alias cakap menangani dan mengambil alih dua hingga lebih tugas yang diberikan. Bagi perusahaan, pekerja multitasking memiliki keunggulan dalam mengefisienkan waktu dan bisa lebih memangkas dana yang dikeluarkan.

Tapi sebetulnya, apakah kerja multitasking ini baik bagimu sendiri? Jawabannya adalah, berdasarkan berbagai penelitian yang telah dikemukakan, multitasking berpotensi merusak kinerja otak apabila dikerjakan dalam rentang waktu berdekatan. 

Terlebih, ada pemahaman salah yang sering diyakini oleh para pekerja mengenai multitasking bahwasanya apabila berbagai pekerjaan dapat ditangani sekaligus bakal tingkatin produktivitas, justru hal ini adalah biang kerok yang bikin tugas-tugasmu keteteran dan hasil kerjaan jadi tidak maksimal.

Seperti dilansir dari jurnal American Psychological Association mengatakan kerja Multitasking justru dapat mengurangi 40% waktu produktivitas seseorang.

Waspadai, jangan jadikan sebagai kebiasaan, bisa berujung pada burn out atau lelah berlebihan secara mental, fisik, dan emosional serta kamu akan mengikis rasa apresiasi terhadap diri sendiri.

2. Menggunakan gawai selepas bangun tidur

ilustrasi main hp (terimakasih0/pixabay.com)
ilustrasi main hp (terimakasih0/pixabay.com)

Bukanlah kebiasaan yang baik apabila setiap bangun tidur di pagi hari hal pertama yang kamu lakukan adalah langsung mengecek hape apakah sudah menerima panggilan masuk dari WhatsApp, Email, dan sebagainya.

Kebiasaan ini dapat membuatmu tidak bergairah menjalankan aktivitas sehari-hari dan tak pelak, merusak kinerja otak, seperti dilansir dari Doctor On Demand, menurut Dr. Nikole Bender-Hadi, seorang psikiatri, mengatakan:

 “Apabila hal pertama yang kamu lakukan segera setelah bangun pagi adalah menatap ke layar gawai. Maka, besar kemungkinan kondisi tersebut akan meningkatkan stres dan menyisakan kelelahan”

Sebaiknya kamu mulai mengandalkan jam weker untuk mencegahmu reflek memegang hape tiap pagi dan memulai aktivitas pertama dengan meminum segelas air hangat, berolahraga dan bermeditasi.

3. Tidak cukup tidur

ilustrasi tak cukup tidur ( sammy sander/pixabay.com)
ilustrasi tak cukup tidur ( sammy sander/pixabay.com)

Kebutuhan manusia akan tidur selama 7-9 jam per hari adalah hal yang tak bisa dinego-nego apabila ingin mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar saat di pagi hari. Tetapi, tak jarang akibat banyaknya pekerjaan dan tugas yang menumpuk mengharuskan seseorang mengorbankan waktu malamnya untuk menyelesaikannya. 

Begadang dapat mengganggu kinerja otak dalam mengolah, mengingat, dan mengurutkan informasi sehingga lama-kelamaan juga akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan mental. 

Tetapi, kamu tetap bisa mendapatkan kualitas tidur terbaik walaupun sibuk bekerja. Seperti dikutip dari Forbes, kamu bisa terapkan power nap yaitu tidur 15-30 menit, tidak boleh lebih. Ini disebabkan jumlah tidur saat itu belum mencapai kondisi siklus yang lebih dalam dan semestinya bisa untuk bangun dan bekerja lagi karena masih berada di tahap tidur NREM (Non-Rapid Eyes Movement).

4. Tidak mematikan notifikasi

ilustrasi brand sosial media (Pixabay/PhotoMIX-Company)
ilustrasi brand sosial media (Pixabay/PhotoMIX-Company)

Mendapatkan notifikasi like, komen dan pesan dari seseorang atau akun favoritmu baru saja mengunggah konten terbaru memang cukup menarik rasa keingintahuan.

Tetapi, perlu ada batasan soal notifikasi ini karena jelas akan mendatangkan distraksi pada pekerjaanmu nanti. Kamu dapat menyortir pesan yang lebih penting sehingga tak melulu buka hape untuk mengeceknya.

5. Minum kafein lebih banyak ketimbang air putih

ilustrasi minum kopi (stockpic/pixabay.com)
ilustrasi minum kopi (stockpic/pixabay.com)

Minum kopi adalah cara ampuh untuk menghalau rasa kantuk saat bekerja karena terdapat banyak kandungan kafein di dalamnya. Terlebih, apabila ada kandungan gula berlebih dalam kopi, bisa berdampak pada fungsi otak.

Jumlah pada kafein yang masuk ke tubuh juga ada batasnya seperti dilansir dari European Food Safety Authority, kebutuhan akan kafein tidak boleh melebihi 400 mg perhari dengan gejala penyakit tertentu atau setara dengan cangkir kopi, 10 kaleng soda, dan 2 soda berenergi. 

Apabila kamu sudah dirasa terlalu banyak minum kopi tapi tetap harus awake saat kerja. kamu dapat menggantinya dengan minum air putih yang akan bantu melancarkan sirkulasi darah ke otak, mencuci muka, atau melakukan sedikit peregangan.

Itulah tadi deretan kebiasaan merusak otak. Mana nih yang sering kamu jadikan kebiasaan? Kurangi ya!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak