Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan

Hikmawan Firdaus | Rion Nofrianda
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Suasana di surau Nurul Hidayah Seberang Pantai (dok.pribadi/Rion Nofrianda)

Setiap tahun, masyarakat di sekitar Surau Nurul Hidayah Seberang Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan. Salah satu tradisi yang selalu dinanti-nanti oleh warga adalah acara Mendo’a Surau yang digelar pada penghujung bulan Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berdoa bersama, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan bersyukur atas segala rahmat yang telah diberikan selama bulan yang penuh berkah ini.

Sebelum acara Mendo’a Surau dimulai, seluruh masyarakat di sekitar Surau Nurul Hidayah bersama-sama bergotong royong menyiapkan segala hal yang dibutuhkan. Proses persiapan ini dimulai dengan mencari kayu bakar untuk keperluan masak memasak, memasang tenda besar untuk tempat berkumpul, dan menyiapkan segala kebutuhan lain untuk acara tersebut. Kebersamaan ini menjadi inti dari kegiatan Mendo’a Surau.

Gotong royong ini bukan sekadar pekerjaan fisik semata, tetapi juga menjadi cerminan dari semangat saling membantu, mempererat ikatan sosial antarwarga, serta membangun rasa persaudaraan yang kokoh. Dalam tradisi ini, semua pihak, baik yang muda maupun yang tua, turut berpartisipasi tanpa memandang status sosial atau perbedaan lainnya. Semua warga memiliki peran penting untuk memastikan acara dapat berjalan dengan lancar.

Kayu bakar yang dihimpun oleh warga akan digunakan untuk memasak hidangan berbuka puasa, yang tentunya menjadi bagian penting dalam kebersamaan ini. Semua masakan, dari mulai nasi, lauk pauk, hingga kue-kue tradisional, disiapkan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh warga terlibat dalam proses ini, membaur dan bercakap-cakap sambil menyiapkan makanan, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang hangat dan menyenangkan.

Setelah persiapan selesai, tibalah saat yang dinantikan, yaitu berbuka puasa bersama. Buka puasa di Surau Nurul Hidayah bukan hanya sekadar momen untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan bersama, tetapi juga menjadi waktu yang penuh dengan syukur. Bagi masyarakat Seberang Pantai, acara ini menjadi sarana untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas segala karunia yang telah diberikan selama bulan Ramadhan, serta kesempatan untuk mendoakan keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia.

Suasana di Surau Nurul Hidayah pada saat buka puasa sangatlah istimewa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, warga bersama-sama menikmati hidangan yang telah disiapkan dengan penuh kebahagiaan. Suara tawa, cerita-cerita ringan, dan saling bertukar kabar mengisi ruang surau. Buka puasa bersama ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh semua lapisan masyarakat, karena tidak hanya memberi kesempatan untuk makan bersama, tetapi juga untuk saling berbagi kebahagiaan dan menguatkan tali silaturahmi antar sesama.

Selain itu, acara buka puasa bersama ini juga menjadi saat yang sangat berarti bagi mereka yang kurang mampu. Masyarakat Seberang Pantai selalu mengutamakan semangat gotong royong, termasuk memberikan sebagian dari hidangan kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan saling berbagi di tengah kebersamaan. Momen ini mengingatkan kembali akan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam menjalani kehidupan, terutama dalam bulan yang penuh berkah seperti Ramadhan.

Setelah berbuka puasa, acara Mendo’a Surau yang menjadi inti dari tradisi ini dimulai. Mendo’a Surau tidak hanya sekadar doa biasa, tetapi merupakan doa bersama yang diucapkan oleh seluruh jamaah yang hadir di surau. Doa ini menjadi harapan kolektif dari masyarakat untuk keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan mereka, serta untuk masyarakat yang lebih luas, bahkan untuk dunia secara keseluruhan.

Mendo’a Surau diadakan dengan suasana khusyuk dan penuh keikhlasan. Setiap jamaah memanjatkan doa dengan hati yang tulus, berharap agar bulan Ramadhan yang akan segera berakhir ini membawa keberkahan yang lebih dalam hidup mereka. Doa yang dipanjatkan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari permohonan ampunan bagi dosa-dosa yang telah lalu, doa untuk kesejahteraan dunia dan akhirat, doa untuk keluarga, serta doa agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup.

Doa bersama ini memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyatukan hati dan pikiran seluruh jamaah. Tidak ada perbedaan status atau kedudukan dalam doa ini. Semua jamaah, baik yang muda maupun yang tua, baik yang kaya maupun yang miskin, memiliki hak yang sama untuk memanjatkan doa dengan penuh keyakinan. Itulah keistimewaan dari Mendo’a Surau yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadhan di Surau Nurul Hidayah.

Doa bersama ini juga diiringi dengan harapan agar masyarakat Seberang Pantai senantiasa hidup dalam kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran. Momen Mendo’a Surau ini seringkali menjadi kesempatan untuk merenung, merefleksikan diri, serta memohon petunjuk dan hidayah Allah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup ke depan. Ini adalah waktu yang sangat berarti bagi setiap individu untuk menguatkan hubungan spiritual mereka dengan Tuhan.

Tradisi Mendo’a Surau di Surau Nurul Hidayah Seberang Pantai tidak hanya sekadar menjadi acara keagamaan, tetapi juga menjadi simbol dari pentingnya kebersamaan dan saling mendukung antar sesama. Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Acara ini menjadi cermin dari nilai-nilai tersebut yang diwujudkan dalam tindakan nyata oleh masyarakat Seberang Pantai.

Melalui Mendo’a Surau, masyarakat tidak hanya merayakan datangnya hari kemenangan, tetapi juga mensyukuri segala hal yang telah diberikan oleh Tuhan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keberkahan bulan Ramadhan tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga secara kolektif oleh seluruh komunitas. Dengan saling membantu, berbagi kebahagiaan, dan berdoa bersama, masyarakat semakin menghayati makna sebenarnya dari bulan yang penuh berkah ini.

Acara Mendo’a Surau di penghujung Ramadhan juga menjadi ajang untuk merenungkan kembali nilai-nilai kehidupan yang telah dijalani selama sebulan penuh berpuasa. Masyarakat Seberang Pantai mengakhiri bulan Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, rasa syukur, dan harapan yang tinggi untuk masa depan yang lebih baik. Selain itu, acara ini juga menjadi momen untuk menguatkan rasa solidaritas antarwarga, yang dapat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang.

Sebagai bagian dari warisan yang sangat berharga, tradisi Mendo’a Surau ini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Seberang Pantai. Generasi muda diajak untuk ikut serta dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penerus yang akan melanjutkan tradisi ini di masa depan. Ini adalah bagian dari usaha untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Seberang Pantai sejak dulu.

Melalui pelibatan generasi muda dalam tradisi ini, diharapkan mereka dapat belajar dan memahami betapa pentingnya menjaga tali persaudaraan, berbagi, serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Dengan demikian, tradisi Mendo’a Surau tidak hanya akan menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga akan terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Seberang Pantai.

Tradisi Mendo’a Surau yang dilaksanakan setiap penghujung bulan Ramadhan di Surau Nurul Hidayah Seberang Pantai adalah sebuah perayaan kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur yang menghidupkan semangat gotong royong. Dalam setiap langkah persiapannya, dalam setiap hidangan yang disajikan, dan dalam setiap doa yang dipanjatkan, tercermin betapa pentingnya menjaga hubungan sosial dan spiritual yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Acara ini bukan hanya sebuah ritual keagamaan, tetapi juga sebuah bentuk manifestasi dari nilai-nilai luhur yang terus diteruskan dan dijaga oleh masyarakat Seberang Pantai untuk generasi mendatang.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak