Curriculum Vitae (CV) adalah kesan pertama Anda di mata perekrut dan sangat menentukan apakah Anda akan lanjut ke tahap wawancara. Namun, banyak pelamar yang melakukan kesalahan umum yang membuat CV mereka gagal pada seleksi awal.
Berikut adalah ringkasan kesalahan utama dan tip untuk menghindarinya:
1. Panjang yang Tidak Ideal
Kesalahan: CV terlalu panjang (mencantumkan semua informasi, termasuk hobi yang tidak relevan, riwayat sekolah dari TK, atau pengalaman yang tidak berkontribusi pada posisi yang dilamar) atau terlalu singkat.
Tip: CV idealnya terdiri atas 1–2 halaman. Fokuslah hanya pada informasi dan pengalaman yang mendukung posisi yang Anda lamar.
2. Tidak Ada Penyesuaian (Massal)
Kesalahan: Menggunakan satu CV yang sama untuk melamar ke berbagai posisi di perusahaan berbeda.
Tip: Selalu sesuaikan (custom) CV Anda—termasuk keahlian, pengalaman, dan kata kunci—agar relevan dengan deskripsi pekerjaan yang dilamar.
3. Kesalahan Teknis (Typo dan Tata Bahasa)
Kesalahan: Terdapat salah ketik (typo) atau struktur kalimat yang membingungkan, yang dapat menimbulkan keraguan tentang profesionalitas Anda.
Tip: Lakukan proofreading secara menyeluruh atau minta orang lain untuk memeriksanya sebelum dikirim.
4. Informasi Pribadi Berlebihan
Kesalahan: Mencantumkan detail sensitif atau tidak perlu seperti agama, tinggi/berat badan, atau status keluarga.
Tip: Sertakan informasi dasar dan penting saja: nama, kontak, email profesional, dan lokasi domisili.
5. Desain yang Sulit Dibaca
Kesalahan: Penggunaan warna, font yang tidak konsisten, atau elemen desain yang terlalu ramai sehingga membuat perekrut sulit menyaring informasi dalam waktu singkat (biasanya 6–10 detik).
Tip: Gunakan desain yang bersih, profesional, dan nyaman di mata (eye-friendly).
6. Gagal Menunjukkan Pencapaian
Kesalahan: Hanya menulis daftar tugas pekerjaan (job description) tanpa menunjukkan hasil atau kontribusi nyata yang telah dicapai.
Tip: Gunakan angka atau hasil konkret untuk mendeskripsikan pencapaian. Contoh: "Berhasil meningkatkan efisiensi proses sebesar 15%."
7. Alamat Email Tidak Profesional
Kesalahan: Menggunakan alamat email yang terkesan kekanak-kanakan atau aneh (non-professional).
Tip: Buatlah alamat email yang profesional, idealnya menggunakan nama lengkap Anda.
8. Keahlian Tidak Relevan atau Tidak Detail
Kesalahan: Bagian keahlian diisi seadanya atau tidak sesuai dengan kebutuhan posisi, padahal ini penting untuk lolos penyaringan oleh sistem (Applicant Tracking System/ATS).
Tip: Cantumkan hard skills dan soft skills yang benar-benar relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
9. Foto yang Tidak Sesuai Standar
Kesalahan: Menggunakan foto selfie, foto dengan filter, atau pakaian yang tidak rapi.
Tip: Jika perusahaan meminta foto, gunakan foto formal, rapi, dan berlatar belakang netral.
10. CV Tidak Diperbarui
Kesalahan: Informasi yang sudah usang, kontak tidak aktif, atau lupa mencantumkan pengalaman/posisi terbaru.
Tip: Perbarui CV Anda secara rutin setiap kali ada penambahan pengalaman kerja atau sertifikasi baru.
CV yang efektif berfokus pada penyampaian informasi penting secara jelas, singkat, dan relevan. Ingatlah, CV harus menonjolkan apa yang bisa Anda tawarkan kepada perusahaan, bukan sekadar daftar riwayat hidup Anda.