SMA Negeri 4 Yogyakarta (Patbhe) menandai usianya yang ke-76 dengan sebuah perayaan akbar yang sarat makna. Mengusung tema "Patbhe Praya: Ngupaya, Temata, Anggayuh Mulya". Diselenggarakan selama 3 hari mulai Selasa - Kamis, 13-17 Januari 2026.
HUT kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi visi dan komitmen transformasi untuk menjadi institusi pendidikan yang lebih relevan dan berdaya saing. Energi positif memancar dari ribuan siswa, guru, staf, komite, hingga para alumni yang tumpah ruah dalam berbagai kegiatan.
Peringatan dibuka dengan jalan sehat, sebuah parade kebersamaan yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, menjadi simbol langkah serentak seluruh elemen sekolah menuju masa depan yang lebih cerah.
Filosofi Rebranding: Dari Merah-Kuning ke Biru-Kuning
Momentum HUT ke-76 ini menjadi bagian dari proses rebranding. Perubahan paling fundamental terlihat pada identitas visual, di mana dominasi warna merah-kuning yang lama melekat kini berganti dengan kombinasi biru-kuning yang lebih segar.
Ade Tegar Saputra, M.Pd., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa perubahan ini jauh lebih dalam dari sekadar estetika. "Kita ini baru rebranding sejak 1 tahun lalu. Yang awalnya dominasi merah kuning, menjadi biru kuning. Kita sedang berusaha dan berupaya menjadi SMA 4 yang lebih baik," ungkap Ade Tegar.
Filosofi di baliknya sangat kuat. Biru dipilih sebagai lambang kedamaian, stabilitas, dan intelektualitas, sementara kuning merepresentasikan transformasi, energi, dan optimisme.
Menurut Kepala Sekolah, Tri Giharto, S.Pd., M.Pd., kombinasi ini adalah cerminan dari cita-cita sekolah. "Rebranding ini kita luncurkan untuk menumbuhkan karakter dan prestasi anak didik kami. Dan bisa kompetitif dengan sekolah yang ada di Yogyakarta. Filosofi biru sebagai lambang damai dan kuning sebagai transformasi," jelasnya.
Langkah ini adalah respons strategis SMAN 4 Yogyakarta untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul di tengah persaingan ketat sekolah-sekolah favorit di Yogyakarta.
![HUT ke-76 SMA Negeri 4 Yogyakarta (Patbhe).[Hikmawan/Yoursay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/13/47854-hut-ke-76-sma-negeri-4-yogyakarta-patbhehikmawanyoursay.jpg)
Aksi Nyata Kepedulian Sosial dan Kolaborasi Lintas Sektor
Perayaan “PatbhePraya” menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup diajarkan di dalam kelas. Sekolah ini membuktikannya melalui serangkaian aksi sosial berskala besar yang menyentuh langsung masyarakat sekitar.
Tri Giharto menekankan, "Pada kegiatan hari ini untuk menumbuhkan kebugaran jasmani dan rohani anak didik kami." Kebugaran rohani ini diasah melalui empati dan aksi nyata.
Sebanyak 180 paket sembako didistribusikan kepada warga sekitar dan siswa-siswi yang membutuhkan, menjadi pengingat akan pentingnya berbagi. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), aksi donor darah juga sukses digelar dan diikuti oleh 40 peserta.
Puncak dari kegiatan sosial ini adalah layanan kesehatan mata gratis, Patbhe berhasil menyediakan layanan pemeriksaan mata dan membagikan 400 kacamata gratis.
"Target kita pembagian kacamata gratis ada 400 buah, untuk warga sekitar dan siswa-siswi yang membutuhkan," kata Tri Giharto. Bantuan yang terdiri dari 250 kacamata plus dan 150 kacamata minus ini disambut dengan antusiasme dan rasa syukur oleh para penerima manfaat.
![HUT ke-76 SMA Negeri 4 Yogyakarta (Patbhe).[Hikmawan/Yoursay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/13/53842-hut-ke-76-sma-negeri-4-yogyakarta-patbhehikmawanyoursay.jpg)
Selain berfokus pada aksi sosial, SMAN 4 Yogyakarta juga mempersiapkan siswanya untuk masa depan melalui agenda Alumni Talk dan Faculty Fair.Forum ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan peluang setelah lulus, mulai dari memilih jurusan di perguruan tinggi hingga meniti karier.
Rangkaian acara berlanjut dengan kegiatan yang mempererat ikatan internal. Lomba menghias tumpeng yang diikuti oleh para orang tua/wali murid, serta berbagai kompetisi antarsiswa dan guru, berhasil menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat.
Puncaknya adalah upacara bendera pada hari Kamis, yang dihadiri oleh Kepala Balai Dikmen Kota Yogyakarta, para kepala sekolah SMA negeri se-kota Yogyakarta, dan Muspika. Acara ditutup dengan Sarasehan yang mengharukan, mempertemukan guru dan karyawan aktif dengan para purna tugas, sebuah momen untuk menghormati dedikasi para pendahulu dan merawat sejarah panjang sekolah.
![HUT ke-76 SMA Negeri 4 Yogyakarta (Patbhe).[Hikmawan/Yoursay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/13/27013-hut-ke-76-sma-negeri-4-yogyakarta-patbhehikmawanyoursay.jpg)
Visi Besar di Usia Matang
Di usianya yang ke-76, SMAN 4 Yogyakarta tidak hanya bernostalgia. Tri Giharto menegaskan visi besar yang diusung sekolah. "Usia ke-76 bukan umur yang muda. Harapannya anak didik kita sesuai dengan visi misi kami yakni membentuk anak didik yang berkarakter kuat, berprestasi hebat," ujarnya.
Visi ini diterjemahkan ke dalam target yang terukur dan ambisius. "Target kami setiap tahunnya meningkat lolos ke Perguruan Tinggi Negeri dan sekolah kedinasan, serta karakter anak didik kami semakin baik," tambahnya.
Dengan semangat "Ngupaya, Temata, Anggayuh Mulya", SMAN 4 Yogyakarta membuktikan bahwa mereka tidak hanya merayakan usia, tetapi merayakan sebuah era baru transformasi untuk menggapai kemuliaan.