Nostalgia Moiland: Mengenang Era "Dufan Mini" di Mall of Indonesia

M. Reza Sulaiman | Daffa Binapraja
Nostalgia Moiland: Mengenang Era "Dufan Mini" di Mall of Indonesia
Banner JKTANIME 2026 di Mall of Indonesia (Dok. Pribadi/Febriansyah Daffa Binapraja)

Jika Anda warga Jakarta Utara, mungkin Anda pernah mendengar (dan masih mengunjungi) Mall of Indonesia (MOI). Berlokasi di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Barat, mal ini dahulu dibuka sekitar tahun 2008. Saya pertama kali mengunjunginya pada tahun 2010-an. Saya ingat betul bahwa dahulu kala, tempat ini adalah sebuah taman bermain berukuran besar sekali.

Sekitar tahun 2010-an, Mall of Indonesia menyajikan dirinya sebagai sebuah taman bermain ukuran jumbo dengan Carrefour di lantai dasarnya. Saat bapak dan emak saya berbelanja, saya ingat betul ingin bermain dan berkeliling seorang diri sampai mereka selesai berbelanja.

Pada awal 2026, saya kembali mengunjungi mal itu seorang diri. Sekarang, mal tersebut lebih bertingkat dan lebih multifungsi. Walaupun Mall of Indonesia zaman sekarang berbeda dengan MOI pada tahun 2010-an, mal ini tetaplah tempat dengan keunikan dan masa lalu yang sangat menyenangkan untuk saya ingat.

Bicara tentang MOI, kebetulan saya masih memiliki kartu Funworld. Mari saya ajak pembaca sekalian menyelami salah satu masa kecil saya di "Dufan" ukuran mini itu.

MOI Sebagai "Dufan Mini" pada Tahun 2010-an

Kartu Funworld MOI, masih ada hingga sekarang (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)
Kartu Funworld MOI, masih ada hingga sekarang (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)

Pada saat awal dibuka pada tahun 2010-an, MOI hanya memiliki dua lantai utama: Carrefour (dan toko-toko kecil) di lantai dasar, serta Moiland di lantai 1 (sekarang Ground Floor atau GF). Carrefour pada masanya adalah tempat belanja yang sangat besar. Tak pernah saya duga tempat itu akan tutup akibat dampak pandemi COVID-19.

Biasanya, orang tua saya akan sibuk berbelanja di sana. Jika orang tua saya mengizinkan, saya bisa berkelana sendirian di lantai satu malnya, bermain dengan gesekan kartu Moiland (sebelum akhirnya menjadi Funworld hingga sekarang). Dahulu, Moiland memiliki kartunya sendiri. Sayang sudah saya buang dan saya hanya bisa menunjukkan kartu Funworld sebagai gantinya.

Namun, saya yakin Anda ke sini untuk mencari gambaran mengenai fasilitas hiburannya. Ya, di sana terdapat mobil mainan (bumper car) yang menjadi favorit saya. Ada juga ontang-anting ala Dunia Fantasi Ancol; tinggal duduk dan nikmati kursi yang berputar cepat. Ada pula tempat bermain yang bentuknya hampir sama dengan Kidzlandia atau Playtopia, yang juga menjadi tempat kesukaan saya. Satu-satunya hal yang kadang lupa saya bawa jika ke sana adalah kaus kaki (jujur saja, saya lebih memilih memakai sandal kala itu karena nyaman dibandingkan memakai sepatu).

Ada banyak sekali tempat bermain yang saya ingat di situ. Roller coaster bertema Wild West atau Amerika Serikat abad ke-18 yang penuh tambang emas, perahu kayak, kereta berbentuk mobil-mobilan tua, hingga permainan berburu hewan tiga dimensi pun ada.

Oh, ya. Bazooka Drop adalah wahana paling menonjol yang Moiland punya kala itu. Lokasinya langsung terlihat begitu naik eskalator. Bangku bundar dari plastik naik pelan dan turun mendadak disertai teriakan seru pengunjung. Bahkan, itu bisa jadi suara pertama yang didengar begitu berkunjung ke Moiland.

Jangan lupa pula, ada gondola berbentuk lampu minyak di atas atap mal kala itu. Dengan menaiki gondolanya, kita bisa berkelana menjelajahi pemandangan lantai satu MOI pada tahun 2010-an.

Walaupun agak disayangkan Moiland kini tiada dan berganti dengan Funworld yang naik ke lantai atas menyajikan arkade dan boling, MOI telah berevolusi menjadi mal multifungsi dengan corak mayoritas Jepang. Anda mungkin bertanya, "Mengapa Jepang?" Ada baiknya Anda ikuti perjalanan saya di masa kini.

MOI Sebagai Mal Multifungsi pada Tahun 2026

Lantai GF MOI pada saat acara JKTANIME 2026 (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)
Lantai GF MOI pada saat acara JKTANIME 2026 (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)

Saat saya berkunjung ke MOI pada Januari 2026 lalu, saya melihat banyak perubahan. Ya, sekarang MOI telah menjadi mal kelas menengah yang ramai pada umumnya. Ada penjualan pakaian dengan merek terkenal, restoran dari beragam negara, dan beberapa tempat dengan corak Jepang.

Lantai 1 MOI dahulu sekarang berubah menjadi lantai GF. Lantai ini sekarang dipakai untuk beragam acara MOI, hampir sama seperti Mal Kelapa Gading. Pada 20 Januari 2026 lalu, saya melihat-lihat acara JKTANIME 2026 yang menjual beragam barang budaya populer Jepang seperti figur Kamen Rider, kartu Pokémon, dan pernak-pernik animasi Jepang lainnya.

Bahkan, di lantai LG sekarang sudah ada Barcode Gokart, tempat gokart di Kelapa Gading yang memiliki kendaraan dengan kecepatan hingga 70 km/jam. Carrefour di lantai LG sekarang sudah berganti menjadi GrandLucky. Lantai LG juga memiliki banyak toko baru. Ada Az-ko yang dulunya Ace Hardware, puding Puyo yang saya sukai karena teksturnya lembut, dan Hop Hop yang ikonik dan masih bertahan hingga sekarang.

Funworld yang menjadi tempat bermain utama MOI sekarang memiliki area boling dan berpindah ke lantai 2, bersebelahan dengan Dotonbori yang berisi restoran Jepang seperti Marugame Udon dan HokBen. Lantai 2 juga bisa dibilang "surganya penggemar Jepang" karena adanya toko mainan Multi Toys dan bioskop Flix yang kadang menayangkan film-film animasi Jepang.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak