Kopi Penantian

Tri Apriyani | Sri
Kopi Penantian
Ilustrasi Kopi Hitam. (Unsplash/@muustudio)

Aku takkan menyerah pada semilir angin yang merayu
Meski dinginnya merasuk hingga sanubari terdalam
Aku takkan goyah pada alunan denting jam yang membuai
Karena nyatanya rinduku lebih berat dari kantuk yang melanda

Akan kuteguk 2 hingga 3 cangkir kopi
Agar aku tetap terjaga dalam penantian
Akan kujadikan bulan dan bintang sebagai saksi di dedua musim penantian tiada tepi
Yang dengannya aksara terus melayang ke julangan tinggi sebagai pengganti kerinduan

Malam kian larut dan kopiku tak lagi hangat
Kuhela napas tuk refleksikan rindu yang kian mendalam
Sugestikan diri tuk bertahan sedikit lagi
Berharap yang dinanti kan tiba di depan mata

Beberapa saat mataku terpejam
Bukan tertidur, aku hanya sedang dalam imaji
Perjalanan menembus relung jiwa
Agar bersama dalam distorsi ruang dan waktu

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak