Asmara kasih yang menggoda perasaanku membuatku terpesona dengan kata-kata rayuanmu seakan membuatku semakin salah tingkah semakin tak karuan. Membuatku berdebar-debar jantung dengan begitu kencangnya. Tersimpan sejuta rasa cinta yang menggebu-gebu.
Senyum paras manis nan cantik jelita yang membuat hatiku berbunga-bunga sembari merasakan malu. Membuatku tertunduk dengan malu tak bisa membendung mengamati paras senyummu yang menawan semakin menggetarkan kalbu.
Malu-malu kuungkapkan perasaan cinta yang sangat membuatku terpana dengan afsun dirimu yang kian menggetarkan rasa tak berujung tiada hentinya. Perasaan kian lama yang terpendam dari lubuk hati yang mendalam. Tanpa tersekat suasana ketakutan penuh kebahagiaan yang bertebaran pada segenap raga.
Pipimu yang menguning berseri-seri menggerakkan perasaan akan ungkapan cintaku. Lesung pipimu bak putri salju dalam cerita dongeng yang sering kusaksikan di layar kaca. Putri salju berbinar-binar wajahnya putih kemilau. Tanpa goresan raut kesedihan yang melukai wajahnya.
Jendela kalbu semakin terbuka dalam segala rasa yang ingin kau ungkapkan. Cintaku yang semakin menggebu-gebu pada rangkaian kehidupan yang mewarnai jiwaku yang sudah tak ada lagi sabar ingin mengungkap segala rasa dengan hati yang berbinar-binar.
Lama-lama guratan rasa rindu ingin menatap dirimu yang membuatku semakin terbuai dalam cinta buta yang tak akan terlekang oleh berubahnya waktu dalam detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun.
Sungguh akal pikirku seakan kian lama kian tergerus dalam buaian asmara kasih yang sangat membutakan nalar dan pikiran. Yang ada hanyalah cinta, cinta, cinta, dan cinta.
Yang terikat dalam sebuah kefanatikan cinta yang melupakan segalanya tanpa dipikirkan setelahnya.