alexametrics

Sepanjang Jalan Lurus yang Kulewati

Taufan Rizka Purnawan
Sepanjang Jalan Lurus yang Kulewati
Ilustrasi jalan lurus (pixabay.com)

Sepanjang jalan lurus yang kulewati. Sekian jauh jaraknya yang tak terasa kulampaui jalan yang lurus. Jalan berlapis aspal yang mulus memudahkan langkah melewati jalan lurus. Tak pernah berbelok sekalipun dalam menempuh jalan lurus. Lurus terus tanpa kenal tempat arah berpijak.

Tanpa tahu tempat berpijak dengan pastinya. Hanyalah berjalan lurus saja. Bagai bertaburan pepohonan yang asri dan menghantarkan suasana penuh kesejukan yang sangat berarti dalam kehidupan ini.

Waktu demi waktu yang kian terasa cepat tanpa melihat detak jam berjalan terus. Yang penting jalan lurus saja. Sebuah kesan yang sangat dalam menghantarkan arti yang tersembunyi. Arti yang belum pernah tersibak seutuhnya.

Yang kelak sebuah arti kan tersibak suatu saat. Seakan pesan dalam perjalanan lurus tanpa berbelok menyiratkan pesan kehidupan yang berjalan lurus. Kehidupan yang dijalani tanpa tergores oleh pedang kenistaan yang siap menyergap kapan saja.

Tersirat pesan bahwa kehidupan ini hanya sekali. Keelokan permata kehidupan saat terkandung dengan tingkah laku yang lurus dan bermanfaat bagi seluruh kehidupan. Sebuah kemilau emas yang menyiratkan betapa agungnya kebaikan yang terhantar dari seseorang kepada sesama.

Kehidupan duniawi yang takkan kekal hanyalah sementara. Takkan percuma kehidupan dengan segala kebaikan yang terpancar bagi sesama. Kelak siapapun kan menuai kebaikan apa yang dia tabur kebaikan pula kepada yang lain.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak