alexametrics

Menjulang Tanpa Batas

Taufan Rizka Purnawan
Menjulang Tanpa Batas
ilustrasi berdoa (pixabay.com)

Cinta dan kekagumanku akan kekuasaan Illahi. Dalam zikir yang tak hentinya kupanjatkan kepada Illahi. Yang menjulang tinggi tiada batas-batas alam semesta. Setiap waktu berjalan dalam denyut nadi masih bergerak tak terhenti tuk berdoa kepada Illahi.

Terpanjatlah segala pujian kepada Illahi dalam segala kehidupan yang dijalani. Kehidupan kala rasa suka maupun rasa duka. Terselip untaian doa kepada Illahi tuk menggapai segala kemudahan dalam urusan duniawi.

Untaian doa yang selalu terpanjatkan tanpa ada batas-atas semesta. Menjulang tinggi menembus sekat ruang dan waktu. Doa dan harapanku akan karunia sehat dan nikmat atas segala kekayaan yang kumiliki. Kalimah zikir yang tak pernah usai terlantunkan.

Kalimah zikir yang selalu terucap seusai melaksanakan salat fardhu. Salat fardhu dijalani dengan khusyuk. Seakan batin terasa dekat dengan Dzat Illahi. Tangisan berhias segenap wajahku. Tangisan yang tak terbendung saat mendekatkan diri kepada Illahi.

Yang menangisi atas segala sesal yang tertancap pada diriku. Dalam hamparan segala kenistaan yang kujalani sepanjang hari. Dalam ketidakberdayaan aku memohon atas hidayah Illahi tuk membuka segenap pintu taubat. Berikan segenap pancaran rahmat dan kasih-Nya.

Segenap rahmat dan kasih-Nya yang takkan terputus selama nafas masih berhembus. Cinta kasih Illahi sangat kunantikan dalam tangisan taubat yang kupanjatkan atas sesal yang sangat mendalam melebur segala dosa yang menemaniku.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak