facebook

Ulasan Buku 25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Hebat: Tips Membangun Rasa Percaya Diri

Sam Edy Yuswanto
Ulasan Buku 25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Hebat: Tips Membangun Rasa Percaya Diri
Buku "25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Hebat".[Dokumen pribadi/ Sam Edy]

Membangun kepercayaan diri sangatlah penting bagi setiap orang. Terlebih para pembicara, guru, dosen, trainer, presenter, dan para publik figur yang kesehariannya berkumpul dengan banyak orang dengan beragam karakter dan latar belakang kehidupan berbeda.

Tanpa kepercayaan diri tentu seseorang akan sulit untuk bersosialisasi, bekerja sama, dan membangun hubungan yang akrab dengan orang lain. Sebenarnya, profesi apa pun, setiap orang membutuhkan rasa percaya diri, karena sikap ini menjadi salah satu pengantar kesuksesan.

Satu-satunya cara agar kita bisa memiliki rasa percaya diri yang tinggi (tinggi di sini bukan berarti lupa diri) adalah dengan banyak belajar dan melakukan praktik. Perbanyak membaca buku-buku motivasi atau yang berkaitan dengan cara meningkatkan kualitas diri, dan juga seringlah bergaul dengan banyak orang dan memerhatikan cara mereka berkomunikasi.

Seorang pembicara misalnya. Selain harus memiliki rasa percaya diri yang bagus, wawasan luas, juga dituntut mempelajari bahasa tubuh yang baik. Hal ini penting agar para pendengar atau orang-orang merasa tertarik untuk mendengarkan Anda berbicara atau menyimak apa yang Anda sampaikan. Tanpa bahasa tubuh yang baik, saya yakin orang akan malas mendengarkan atau memerhatikan Anda.

Dalam buku 25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Hebat dijelaskan, salah satu hal pertama yang akan diamati oleh pendengar Anda adalah postur tubuh Anda. Mengapa? Indra terkuat adalah mata. Rute saraf dari mata ke otak 25 kali lebih besar dibandingkan rute saraf dari telinga ke otak. Pendengar dapat mengetahui apa yang Anda rasa dan pikirkan semata-mata dari gerakan dan cara Anda berdiri.

Lakukan hal ini: sebelum Anda memulai presentasi, bahkan saat Anda mendekati bagian depan ruangan, tampakkan sikap percaya diri, antusiasme, dan kesungguhan sepenuhnya. Tariklah napas panjang. Keluarkan segenap pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang menjadi dasar kepercayaan diri Anda. Tersenyumlah dan biarkan tubuh Anda mengekspresikan kondisi batiniah Anda yang demikian (halaman 20).

Seorang pembicara dituntut memiliki interaksi yang baik dengan para peserta atau para pendengarnya. Sama halnya dengan seorang guru atau dosen, dia harus memiliki interaksi yang hangat dan akrab dengan para murid atau mahasiswanya. 

Presentasi memiliki kesamaan dengan hubungan manusia. Jadi, menjalin hubungan adalah kuncinya. Orang merasa senang bila seakan-akan Anda berbicara hanya kepada mereka. Melakukan kontak mata dengan sengaja sama dengan mengatakan pada pendengar Anda bahwa Anda tertarik, bukan saja pada subtansi Anda, melainkan juga pada mereka sebagai manusia (halaman 24).

Buku karya Rob Abernathy dan Mark Reardon ini sangat menarik dijadikan sebagai salah satu bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak