Ulasan Film 'Shoplifters,' Ketika Mencuri Mampu Membentuk Sebuah Keluarga

Ayu Nabila | Gigi Ann
Ulasan Film 'Shoplifters,' Ketika Mencuri Mampu Membentuk Sebuah Keluarga
Shoplifters (twitter.com/ShopliftersFilm)

Nama sutradara Hirokazu Kore-eda akhir-akhir ini menjadi perbincangan warganet di media sosial setelah film Monster resmi dirilis di Indonesia sejak 3 Januari kemarin.

Berhasil menyajikan kisah penuh haru di film Monster, nyatanya Hirokazu Kore-eda juga memiliki sejumlah film lain yang tak kalah keren dibanding film terbarunya tersebut, salah satunya Shoplifters.

Shoplifters merupakan film garapan sang sutradara yang dirilis pada tahun 2018 lalu. Film ini menyoroti sebuah keluarga miskin di pinggiran Kota Tokyo yang terdiri dari 5 anggota keluarga.

Suatu hari, Osamu dan putranya, Shota, pulang sehabis mengutil di sebuah supermarket. Kegiatan tersebut telah menjadi rutinitas mereka sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup dengan keluarga.

Namun, saat keduanya tengah berjalan pulang, mereka menemukan seorang anak perempuan bertubuh kurus di sebuah balkon rumah. 

Osamu pun membawa anak tersebut untuk tinggal sementara dengan keluarganya. Gadis bernama Yuri itu awalnya ingin dikembalikan lagi kepada keluarga aslinya, tetapi Yuri lebih memilih untuk tinggal bersama Osamu sebagai keluarga barunya.

Selama menyaksikan film ini, kita akan jarang mendengar musik latar yang biasa digunakan untuk meramaikan suasana.

Shoplifters justru memberikan kesan hening yang didominasi oleh dialog dari para tokohnya. Meski memang akan terasa datar, penggunaan musik latar yang minim ini justru berhasil membuat penonton bisa turut merasakan emosi yang hendak disampaikan oleh para pemain lewat akting mereka.

Melalui film ini juga, kita bisa melihat perasaan cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa syarat. Karakter Osamu ketika ia menghibur Shota dan Lin menunjukkan rasa sayang meski keduanya bukanlah anak kandung Osamu.

Nobuya pun berlaku demikian. Ia menjalankan perannya sebagai ibu dengan tulus begitu Shota dan Lin masuk ke dalam kehidupannya.

Meski terdapat unsur kriminalitas yang patut dipertanyakan ketika melihat Osamu menculik Shota dan Lin, sang sutradara berhasil mengarahkan pandangan kita yang justru akan merasa bersyukur dengan tindakan menculik yang dilakukan Osamu tersebut.

Kita akan merasa tersentuh dan tidak mau menghakimi Osamu setelah melihat kasih sayang dan cinta yang melimpah untuk Shota dan Lin. 

Shoplifters merupakan salah satu film yang hadir sebagai tamparan untuk realita kejam di kehidupan nyata. Perasaan haru maupun bahagia dapat tertuang secara seimbang ketika kita menyaksikan film ini.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak