Valerie Burns, seorang penulis cozy mystery yang dikenal lewat seri Mystery Bookshop dan Baker Street Mystery, kembali menghadirkan cerita penuh kehangatan, humor, dan teka-teki kriminal dalam novel "Icing on the Murder". Novel ini merupakan bagian dari seri Baker Street Mystery yang mengisahkan kehidupan Maddy Montgomery, seorang perempuan muda yang mewarisi toko roti dari mendiang bibinya.
Sekilas, kehidupan baru ini terdengar manis dan penuh dengan aroma kue yang menggoda, tetapi dalam gaya khas cozy mystery, di balik lapisan gula dan cokelat, selalu tersimpan misteri pembunuhan yang menunggu untuk dipecahkan.
Novel ini mengambil latar di kota kecil New Bison, sebuah komunitas yang hangat namun penuh gosip. Maddy awalnya tidak pernah membayangkan dirinya menjadi seorang pemilik toko roti, apalagi seorang detektif amatir. Ia mewarisi toko roti bernama Baby Cakes Bakery dari bibinya dan berusaha menjalankan usaha tersebut meskipun keterampilannya dalam dunia kuliner sangat terbatas.
Yang menarik, Maddy bukan hanya harus beradaptasi dengan kehidupan baru, tetapi juga menghadapi fakta bahwa kota kecil ini selalu dihantui oleh peristiwa kriminal yang mengejutkan.
Dalam Icing on the Murder, cerita berpusat pada sebuah acara pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia. Maddy diminta untuk membuat kue pengantin, tugas besar yang cukup menantang bagi seorang baker pemula sepertinya. Namun, kebahagiaan pesta berubah menjadi tragedi ketika seorang tamu ditemukan tewas, dan kue pengantin yang seharusnya menjadi simbol cinta justru berubah menjadi bagian dari penyelidikan kriminal. Dari sinilah konflik utama dimulai, Maddy kembali terseret dalam pusaran misteri, mencoba mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Valerie Burns terkenal dengan kemampuannya membangun karakter yang mudah dicintai pembaca. Maddy Montgomery adalah tokoh utama yang menarik karena tidak sempurna. Ia bukan seorang ahli dalam segala hal, ia sering gugup, terkadang ceroboh, namun selalu berusaha keras. Perkembangannya sebagai seorang wanita muda yang mencoba menemukan jati diri menjadi salah satu daya tarik utama novel ini. Selain itu, kehadiran poodle kesayangan Maddy yang bernama Baby memberi sentuhan humor dan kehangatan, membuat kisah ini terasa lebih ringan di tengah ketegangan investigasi.
Tokoh pendukung lainnya juga sangat menambah warna cerita, seperti pembantu toko yang setia, para tetangga yang cerewet, hingga pihak kepolisian lokal yang terkadang meremehkan Maddy tetapi diam-diam mengagumi keberaniannya. Hubungan antar karakter ini memperkuat suasana komunitas kecil yang khas, di mana semua orang saling mengenal dan rahasia sulit disembunyikan.
Sebagai novel cozy mystery, Icing on the Murder berhasil menjaga keseimbangan antara suasana santai dengan ketegangan penyelidikan. Valerie Burns menyusun misteri dengan rapi, menghadirkan petunjuk-petunjuk kecil yang tersebar di sepanjang cerita. Pembaca diajak menebak-nebak siapa pelaku pembunuhan sebenarnya, karena hampir setiap tokoh memiliki motif tersembunyi. Ketegangan meningkat seiring dengan terungkapnya rahasia pribadi para karakter, dan Maddy harus berpacu dengan waktu untuk mencegah tragedi lebih lanjut.
Uniknya, gaya penulisan Burns tidak pernah terjebak pada nuansa suram. Meski mengangkat kisah pembunuhan, suasana novel tetap hangat dengan dialog penuh humor, deskripsi aroma kue yang menggugah selera, dan interaksi sosial yang menyenangkan. Hal ini membuat novel ini terasa ringan dibaca namun tetap menantang dalam aspek misterinya.
Selain sebagai hiburan, Icing on the Murder juga menyimpan pesan moral yang dalam. Maddy, yang awalnya merasa tidak percaya diri dalam mengelola toko roti maupun dalam menghadapi kehidupan, perlahan belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi berani bertindak meskipun takut. Pesan tentang pentingnya komunitas, persahabatan, dan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru juga menjadi benang merah yang kuat. Novel ini seakan mengingatkan bahwa kehidupan, seperti membuat kue, membutuhkan kesabaran, keberanian mencoba, dan kemauan untuk memperbaiki jika ada kesalahan.
Kekuatan terbesar novel ini terletak pada perpaduan antara misteri yang solid dengan suasana hangat khas cozy mystery. Valerie Burns berhasil menciptakan dunia yang membuat pembaca betah berlama-lama, seolah ikut menjadi bagian dari komunitas New Bison. Karakter yang relatable, humor ringan, serta deskripsi detail tentang proses membuat kue menjadikan cerita terasa nyata.
Namun, bagi pembaca yang lebih menyukai misteri dengan tensi tinggi atau nuansa gelap ala thriller, novel ini mungkin terasa terlalu ringan. Fokus pada detail kehidupan sehari-hari dan elemen romansa ringan bisa dianggap memperlambat jalannya penyelidikan. Meski begitu, justru keseimbangan inilah yang menjadi ciri khas cozy mystery dan daya tarik bagi penggemar genre tersebut.
Secara keseluruhan, "Icing on the Murder" karya Valerie Burns adalah novel cozy mystery yang memikat, menghibur, dan memberi kehangatan di balik cerita kriminal yang membingungkan. Dengan latar kota kecil yang manis, karakter yang hidup, dan misteri yang terjalin rapi, novel ini cocok untuk pembaca yang mencari bacaan ringan namun tetap penuh teka-teki. Valerie Burns sekali lagi membuktikan kemampuannya menghadirkan kisah yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pesan moral yang relevan tentang keberanian, komunitas, dan arti menemukan jati diri.
Identitas Buku
Judul: Icing on the Murder
Penulis: Valerie Burns
Penerbit: Kensington Cozies
Tanggal Terbit: 29 Juli 2025
Tebal: 272 Halaman
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS