Novel Belok Kiri Langsing: Tidak Ada Proses yang Instan!

Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Novel Belok Kiri Langsing: Tidak Ada Proses yang Instan!
Belok Kiri Langsing (Dok.Pribadi/Oktavia)

Dari judulnya saja, Belok Kiri Langsing sudah memberi isyarat kuat bahwa novel ini akan berbicara soal tubuh. Bukan sekadar tubuh sebagai angka di timbangan, melainkan tubuh sebagai pengalaman hidup, luka, perjuangan, dan cara seseorang memaknai dirinya sendiri.

Tokoh utamanya, Gendis Utami, digambarkan memiliki berat badan 106 kilogram dengan tinggi 167 cm. Angka yang dalam standar sosial kita sering langsung diberi label: “bermasalah”. Dan benar saja, di sanalah konflik utama novel ini bermula.

Isi Novel

Gendis diputuskan oleh Herman, pacarnya selama lima tahun. Hubungan mereka bukan main-main. Sudah patungan DP rumah, sudah merancang masa depan. Namun semua runtuh dengan satu alasan klise sekaligus menyakitkan: Gendis kegemukan.

Herman berdalih soal kesehatan, ancaman obesitas, bahkan membungkus keputusannya dengan narasi “hijrah”. Alasan yang terdengar mulia, tapi terasa kosong ketika di saat bersamaan ia ternyata sudah menemukan perempuan lain yang dianggap lebih “sesuai kriteria”.

Di titik ini, Belok Kiri Langsing menampar pembaca dengan realitas pahit: betapa tubuh perempuan sering dijadikan alasan sah untuk meninggalkan, menilai, bahkan menghakimi. Namun novel ini tidak berhenti pada ratapan. Justru di sanalah perjalanan Gendis dimulai. Perjalanan untuk berdamai dengan tubuhnya, bukan demi diterima orang lain, melainkan demi dirinya sendiri.

Menariknya, novel ini tidak mempromosikan langsing sebagai tujuan utama. Pesan yang terasa justru tentang menjaga tubuh sebagai amanah. Mbak Achi TM, sang penulis, menyampaikan isu ini dengan cara yang halus dan nyaman.

Gendis belajar mengatur pola makan, berolahraga, memaafkan diri sendiri, mendekatkan diri pada Sang Pencipta, dan membuka hatinya perlahan. Tidak instan, tidak ajaib, penuh jatuh bangun. Dan justru di situlah letak kekuatannya.

Dari sisi karakter, perbandingan antara Herman dan Dimas menjadi cermin penting tentang cinta yang dewasa. Herman adalah tipe pasangan yang menuntut perubahan tanpa mau menemani proses. Ia ingin Gendis sehat, langsing, ideal. Tapi tak pernah benar-benar hadir dalam usaha itu.

Sebaliknya, Dimas hadir sebagai antitesis. Ia menemani, mengingatkan, mencari jalan bersama. Ketika Gendis hampir menyerah dengan diet dan olahraga, Dimas tetap datang, lagi dan lagi. Cinta, dalam novel ini, didefinisikan sebagai kesediaan untuk repot bersama, bukan sekadar menunggu hasil akhirnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Memang, karakter Dimas nyaris terlalu sempurna. Ganteng, baik, sukses, religius, sehingga terasa too good to be true. Namun nuansa metropop yang ringan membuat hal itu masih bisa diterima. Apalagi novel ini juga dibalut nuansa islami yang cukup kental. Soal hijrah, menjaga ukhuwah, hingga pandangan tentang hubungan yang lebih halal. Ada humor, ada sindiran, ada pelajaran tanpa kesan menggurui.

Secara alur, ceritanya memang cukup mudah ditebak. Namun kekuatan Belok Kiri Langsing bukan pada kejutan, melainkan pada kedekatan emosional. Pembaca diajak merasakan menjadi Gendis.

Rasa malu, marah, lapar, patah hati, hingga harapan baru. Novel ini juga menyelipkan pesan penting: jangan melakukan body shaming, karena luka yang kita lempar bisa suatu hari berbalik ke diri sendiri.

Pada akhirnya, Belok Kiri Langsing bukan sekadar cerita diet atau romansa. Itu adalah kisah tentang berbelok, dari luka lama menuju tujuan hidup yang lebih sehat, utuh, dan penuh kasih pada diri sendiri. Manis, reflektif, dan relevan. Sangat layak dibaca, terutama bagi siapa pun yang pernah merasa tubuhnya tidak pernah cukup.

Identitas Buku

  • Judul: Belok Kiri Langsing
  • Penulis: Achi TM
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: April 2020
  • ISBN: 978-602-06-4071-6
  • Tebal: 336 Halaman
  • Kategori: Young Adult, MetroPop

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak