Ulasan
SagaraS: Jawaban di Balik Kotak Hitam dan Muara Segala Obsesi Tuan Muda Ali
Daya tarik utama dari series bumi adalah kedalaman karakter yang dibangun Tere Liye, yang selalu berhasil memikat pembaca untuk terus mengikuti jejak petualangan mereka.
SagaraS merupakan seri ke-13 yang saya baca secara tidak urut, mana buku yang nganggur itulah yang saya baca dulu. Fokus utama narasi kali ini tertuju pada sang tuan muda, Ali.
Sosok yang dikenal anti basa-basi ini akhirnya harus berhadapan dengan misteri paling personal dalam hidupnya: asal-usul orang tuanya. Melalui kelihaian jemari penulis, pembaca akan diaduk emosinya lewat serangkaian kejutan dan plot twist luar biasa mengenai rahasia keluarga Ali yang selama ini terkubur rapat di balik narasi pekerjaan luar negeri yang klise.
Sinopsis
Keonaran Ali di sekolah mendadak terhenti saat ia menghilang pasca-kepulangan dari dunia paralel. Raib dan Seli yang merasa bertanggung jawab pun terpaksa berurusan dengan pihak bimbingan konseling demi sahabat mereka. Namun, pencarian di rumah Ali justru hanya mempertemukan mereka dengan proyeksi visual sang ibu yang rupawan, yang berdalih bahwa Ali sedang menutup diri.
Padahal, jauh di ruang bawah tanah, sebuah rencana besar sedang digodok secara rahasia. Tempat bernama SagaraS menjadi muara dari segala obsesinya.
Catatan perjalanan milik Batozar (Master B) secara nekat dicuri oleh Ali untuk melacak lokasi tersebut. Tindakan berisiko ini dipicu oleh temuan sebuah kotak hitam dari kapal yang tenggelam tepat pada hari kelahirannya.
Bahaya yang mengintai di SagaraS sebenarnya telah disadari sepenuhnya oleh Batozar; bahkan mata merah rusaknya seolah menjadi saksi bisu dan ‘peringatan’ atas bekas luka akibat badai di masa lalu.
Rasa penasaran yang telah dipendam selama ratusan tahun oleh Batozar, berkelindan dengan tekad baja Ali yang pantang menyerah. Meskipun kehadiran mereka di tempat tersebut sama sekali tidak diharapkan, dukungan penuh dari Raib dan kesetiaan Seli membuat kuartet ini akhirnya tetap meluncur ke lokasi mematikan tersebut.
Jika kita menilik kembali buku Nebula, hilangnya kekuatan Ali menjadi sebuah tanda tanya besar bagi penggemar. Namun, dalam seri ini, pembuktian akan kecerdasan Ali kembali diuji. Meskipun kemampuan bertransformasi menjadi beruang sudah tidak lagi dimiliki, akal bulusnya tak pernah habis.
Kejutan paling mengerikan justru muncul saat teknik terlarang, Teknik Bayangan Malam, berhasil dikuasai olehnya. Ali membuktikan bahwa kejeniusan adalah senjata yang jauh lebih mematikan daripada sekadar otot.
Perjalanan menuju gerbang SagaraS pun dipenuhi rintangan yang mustahil; mulai dari kepungan tornado hingga perjuangan melintasi bagian dalam tubuh gurita raksasa. Setelah tembok kokoh SagaraS berhasil ditembus, kita akan diperkenalkan dengan penduduk setempat yang memiliki dialek unik.
Salah satu hal yang mengundang decak kagum sekaligus senyum adalah kreativitas Tere Liye dalam menamai 13 Ksatria SagaraS. Nama-nama seperti Jok (Ksatria No. 5) atau Rem (Ksatria No. 3) secara cerdik diambil dari komponen otomotif. Kesederhanaan dalam penamaan ini justru menjadi ciri khas yang menyegarkan di tengah kompleksitas dunia fantasi yang dibangunnya.
Eksplorasi mengenai konsep dunia paralel dalam buku ini terasa semakin luas, terutama dengan adanya pembahasan mengenai ekspedisi Klan Aldebaran. Meski cerita utuhnya mungkin belum tergenapi secara tuntas, setidaknya berbagai tabir mulai tersingkap melalui kisah-kisah menarik yang dituturkan oleh Kakek Ban.
Alih-alih menyajikan informasi secara gamblang sejak awal, Tere Liye memilih untuk menyalurkan petunjuk tersebut secara bertahap dalam setiap bab. Teknik narasi seperti ini sangat efektif dalam membuat pembaca merasa ikut andil dalam petualangan tersebut. Transformasi karakter Seli yang semakin matang, pengungkapan latar belakang wajah seram Batozar, hingga semakin solidnya ikatan batin di antara mereka berempat menjadi nilai plus yang tak terbantahkan.
SagaraS adalah perpaduan sempurna antara aksi yang memacu adrenalin dan drama keluarga yang menyentuh. Pembaca akan dibawa melintasi spektrum emosi yang luas dari ketakutan yang mencekam hingga momen-momen lucu yang menghibur. Bagi siapa pun yang merindukan jawaban atas identitas Ali, buku setebal 384 halaman ini adalah sebuah jawaban yang memuaskan sekaligus meninggalkan rasa penasaran untuk petualangan selanjutnya.
Identitas Buku
Judul: SagaraS
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabak Grip
Tahun Terbit: 2022
Tebal: 384 Halaman
ISBN: 978-623-97244-7-4
Seri: Dunia Paralel (Buku ke-13)