Sebuah keputusan yang cukup bijak diambil oleh induk sepak bola Indonesia, PSSI baru-baru ini. Sepertimana dilansir oleh laman Suara.com (30/9/2025), federasi tertinggi dalam persepakbolaan Indonesia tersebut menunjuk eks pelatih Timnas Indonesia beberapa kelompok umur, Indra Sjafri sebagai nakhoda skuat Garuda untuk proyeksi SEA Games akhir tahun 2025 ini.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi penutup dari teka-teki terkait posisi pelatih Timnas SEA Games yang selama ini bergulir. Karena sebelumnya, nama pelatih berkebangsaan Belanda, Gerald Vanenburg digadang-gadang juga diplot untuk mengisi posisi tersebut.
Jika dilihat dengan lebih mendalam, pemilihan coach Indra sebagai pelatih Timnas Indonesia proyesi SEA Games 2025 ini terbilang cukup tepat. Terlebih jika mengingat track record dari sang pelatih yang beberapa kali sukses membawa Timnas Indonesia kelompok umur meraih kejayaan di pentas internasional.
Meskipun sejauh ini coach Indra dapat dikatakan masih belum bisa membawa pasukan yang diasuhnya untuk bersaing di tingkatan benua, namun sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri adalah, pelatih berdarah Sumatera Barat tersebut kerap membawa hasil yang sangat memuaskan saat membawa anak asuhnya bertarung di level regional Asia Tenggara.
Memang, coach Indra selalu gagal ketika bertarung di level benua Asia, namun di pentas ASEAN, coach Indra adalah satu-satunya pelatih Timnas Indonesia yang berkali-kali sukses menaklukkan kerasnya persaingan di tataran regional.
Berkaca dari laman transfermarkt.com, Indra Sjafri sendiri tercatat sukses membawa Timnas Indonesia U-19 dan Timnas Indonesia U-23 sebagai kampiun gelaran Piala AFF.
Bukan hanya itu, di gelaran SEA Games edisi terakhir tahun 2023 lalu di Kamboja, coach Indra juga sukses menulis ulang sejarah pencapaian, di mana untuk kali pertama dirinya berhasil mempersembahkan medali emas bagi Timnas Indonesia setelah 32 tahun lamanya hanya mampu menjadi runner-up untuk pencapaian terbaiknya.
Jadi, secara garis besar, keputusan PSSI untuk menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas SEA Games 2025 ini adalah sebuah hal yang sangat tepat. Karena bagaimanapun, meskipun taktik dan strateginya kerap dianggap usang dan tak up to date, namun dengan segala kelebihan dan kekurangan strateginya itu dirinya berkali-kali mampu menaklukkan persepakbolaan Asia Tenggara dan membawa kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
-
Piala Dunia 2026,Babak 32 Besar, dan Pertemuan Brasil dengan Jepang yang Terjadwal Terlalu Dini
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
Artikel Terkait
-
Pelatih Brasil Tak Habis Pikir Patrick Kluivert Cuekin Nadeo Argawinata: Dia Tampil Luar Biasa
-
Indra Sjafri Latih Timnas SEA Games 2025, Bagaimana Nasib Gerald Vanenburg?
-
Pemain Keturunan Bermarga Sitorus Bersinar di Liga Australia, Tanpa Naturalisasi Bisa Bela Timnas
-
Timnas Malaysia dan Ambisi Meraih Kejayaan dengan Cara Instan yang Berujung Mimpi Buruk
-
H-8 vs Arab Saudi, Pemain Keturunan Rp 13,91 Miliar Cedera, Timnas Indonesia Makin Kritis
Hobi
-
Uji Taktik di Babak Gugur, Siapa yang Lebih Kuat Belgia atau Senegal?
-
Divonis Tak Bisa Jalan, Kisah Ismael Saibari Menginspirasi Dunia Sepak Bola
-
Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?
-
Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
Terkini
-
Single Mom Melawan Stigma Janda Lemah: Bagaimana Irene Mengubah Luka Menjadi Kekuatan?
-
Jangan Sampai Gajian Cuma Numpang Lewat, Hentikan 5 'Kebocoran' Dompet Ini Sekarang!
-
5 Drama Korea Paling Populer Bulan Juni 2026, Ada Agent Kim Reactivated!
-
Ending Gantung, Netflix Siap Produksi Serial Nemesis Season 2
-
Dari Chromebook ke Proyek Strategis: Bisakah Hukum Berlaku Konsisten?