Ilustrasi secangkir kopi. (Unsplash/Matt Hoffman)
Secangkir kopi sudah kuseduh
Sekedar teman merenung di malam teduh
Setelah melewati hari yang gaduh
Yang membuat hati dan nurani keruh
Tuhan, maaf aku semakin jauh
Jiwa inipun semakin angkuh
Ayat-ayat Mu tak ku acuh
Meskipun aku takut surga tak ku rengkuh
Tuhan, tolong hambamu ini kau rengkuh
Agar nanti di sirotol mustaqim aku tak terjatuh
Dengan air wudhu yang kubasuh
Semoga Kau tak berbalik tak acuh
Malam mulai larut dan purnama semakin menjauh
Kopiku pun sudah habis separuh
Saatnya air wudhu membasuh
Tuk tegakan tahajud sebelum subuh
Baca Juga
-
Memperingati Hari Asteroid Dunia, Sejarah dan Pesan Penting bagi Manusia
-
Fakta Unik Paus sperma, Kotorannya Biasa Digunakan untuk Sistem Pertahanan Diri
-
Ilmuwan: Prediksi Meleset, Ternyata Es di Antartika Mencair Lebih Cepat
-
Mengagumkan, 11 Bukti Paus Orca Memiliki Kecerdasan yang Luar Biasa
-
Miliaran Kepiting Salju Hilang dari Habitatnya, Ini Penjelasan Ilmuwan
Artikel Terkait
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Surya Paloh Nyaris 'Sulap' Kantor NasDem Bali Jadi Kedai Kopi! Ini Penyebabnya Batal
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Rahasia Kopi Terungkap: Bukan Sekadar Minuman, Tapi Kekuatan di Balik Sejarah!
-
Kopi Asal Lampung Mendunia, PPI Genjot Ekspor ke Mesir
Sastra
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya