Catatan dari Balik Jendela Sekolah adalah memoar guru muda saat mendampingi anak-anak didik kelas rendah di SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SD UMP) kurun waktu 2012 sampai dengan 2015.
Buku bersampul warna hijau muda ini diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo di bawah imprint Quanta, lini yang memfokuskan penerbitan buku-buku islami. Editor buku ini adalah Linda Razad, penyunting profesional yang telah puluhan tahun malang-melintang di dunia perbukuan.
Salah satu kutipan buku ini yang layak disebut antara lain, "Kalau kamu memperlakukan siswamu dengan baik, anakmu akan diperlakukan dengan baik pula, kelak. Entah oleh gurunya atau orang lain." (halaman 57).
Lambertus Wahyu Hermawan, mengomentari buku ini di Goodreads, sebagai berikut,
"Saya sangat senang dengan bacaan ringan satu ini. Catatan dari Balik Jendela Sekolah adalah kumpulan catatan harian penulis yang juga seorang pengajar di SD Islam di Jawa Tengah.
"Thomas Utomo atau Pak Totok, sudah menunjukkan dengan jujur apa yang dilihat, dipikirkan, dan dirasakan seorang guru akan siswa dan lingkungan sekolahnya. Ada rasa bahagia, kagum, sedih, kecewa, takjub, jengkel, entah ditujukan kepada siswa, wali murid, sesama guru, atau dirinya sendiri.
"Jika mengetahui pribadi Pak Totok melalui tulisannya tersebut, saya jadi ingat kakak kandung dan teman saya yang juga seorang pengajar. Mereka tidak hanya seorang pengajar, tetapi juga pendidik yang melakukan semuanya dari hati. Ketulusannya tampak dari caranya menghadapi siswa dan segala keunikannya.
"Tidak dibuat-buat. Tanpa harus melucu, beberapa bagian memang sangat lucu karena keluguan dan keajaiban siswa di SD yang diampunya. Salah satunya kalimat kreatif ABC: Assalamualaikum bapak-bapak cabe-cabean. 😂
"Nyata. Tokoh yang dijelaskan di buku ini adalah sungguh ada, meskipun beberapa nama disamarkan. Penulis menunjukkan foto atau beberapa hasil karya siswa kepada pembaca, secara tegas menampilkan bahwa keajaiban bisa dimunculkan oleh siswa-siswi yang hatinya lebih murni daripada kita yang sudah dewasa ini.
"Pada salah satu tulisan, penulis memberikan link youtube agar pembaca bisa menonton film karya kelas mereka. Saya pribadi merasa WOW. Interaktif. Saya jelajahi link tersebut dan menonton film amatir mereka.
"Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Totok sudah berbagi pengalaman melalui bukunya. Sukses selalu dan semoga siswa-siswinya kelak menjadi orang yang berhasil dan cemerlang masa depannya.
"Oh ya. Saya menemukan beberapa kalimat yang mungkin luput saat proses editing. Jadinya tidak pas dibaca. Namun, hal tersebut tidak terlalu mengganggu keseluruhan tulisan."
Buku ini, masih bisa ditemui dengan mudah di marketplace, cocok dibaca guru muda untuk men-charge semangat dan memupuk keyakinan betapa terjun menjadi pendidik adalah sebuah dunia bernama gembira.
Baca Juga
-
Pelajaran Tekad dari Buku Cerita Anak 'Pippi Gadis Kecil dari Tepi Rel Kereta Api'
-
Cerita-Cerita yang Menghangatkan Hati dalam 'Kado untuk Ayah'
-
Suka Duka Hidup di Masa Pandemi Covid-19, Ulasan Novel 'Khofidah Bukan Covid'
-
Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Hindu dalam Misteri Hilangnya Luwur Sunan
-
Pelajaran Cinta dan Iman di Negeri Tirai Bambu dalam "Lost in Ningxia"
Artikel Terkait
Ulasan
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
-
Visual ala Ghibli, The Camphorwood Custodian Berhasil Bikin Mewek
-
4 Cafe Dekat Stasiun Bandung, Cocok untuk Nunggu Kereta hingga Nongkrong
-
Novel Puya ke Puya: Antara Kemegahan Rambu Solo dan Jeratan Tambang
Terkini
-
Wanita Di Ujung Senja
-
ZeroBaseOne Kenang Momen Indah Bareng Penggemar di Lagu Baru, Lovepocalypse
-
Sinopsis Film Sadali, Ketika Cinta Lama dan Masa Lalu Datang Bersamaan
-
Tecno Camon 50 Series Siap Meluncur ke Indonesia, Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony LYTIA 700C
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang