Menjadi ibu muda bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Mungkin ada beberapa orang yang menganggap, apa susahnya sih membesarkan seorang anak? Toh di zaman dulu, orang tua kita bisa mengasuh banyak anak sekaligus tanpa banyak mengeluh.
Tetapi kenyataannya, ketika kita tidak menyiapkan bekal menjadi seorang ibu, menjalaninya akan terasa sulit. Sebab, pengalaman menjadi orang tua tidak kita dapatkan di bangku sekolah manapun.
Padahal untuk setiap fasenya, kita butuh mengilmui. Perkembangan ilmu parenting di zaman para boomers ketika orang tua kita membesarkan kita, tentu berbeda dengan kondisi yang kita jalani sekarang ini.
Ada banyak drama yang mesti dihadapi oleh para ibu muda ketika mengasuh anak. Mulai dari fase sulitnya menyusui, drama MPASI, anak yang GTM, hingga bingung dalam memilih pola pengasuhan yang tepat.
Nah dalam buku yang berjudul 'Komik Persatuan Ibu-Ibu', Puty Puar selaku penulis dan ilustratornya menggambarkan kondisi-kondisi tersebut. Yap, buku ini memang menyerupai komik. Isinya adalah ilustrasi dari pengalaman pribadi penulis saat menjadi ibu baru dengan segala macam keriwehannya.
Ilustrasinya lucu dan menggemaskan. Dibarengi dengan cerita-cerita yang relateable, membuat buku ini sangat menghibur.
Sebagai seorang ibu muda juga, saya cukup tergelitik dengan beberapa bagian yang digambarkan oleh penulis. Misalnya part mahalnya momen menikmati kopi selagi hangat sebagaimana waktu masih gadis, bocil yang selalu mengintil ke manapun ibunya pergi, bongkahan mainan lego dan dinosaurus yang tiba-tiba bisa menjadi ranjau, hingga serpihan-serpihan biskuit di tas yang entah dari mana asalnya.
Ya ampun, saya mesem-mesem dan terkadang kelepasan ngakak gara-gara menertawakan isi buku ini. Puty Puar bisa mengemas pembahasan tentang beratnya menjadi ibu menjadi sesuatu yang bisa memantik humor. Jadi kesannya, meskipun jadi ibu itu berat, tapi kita akan selalu bisa menemukan sisi yang bisa kita tertawakan.
Pada akhirnya, terlepas dari peran yang tidak ringan, ada bagian-bagian yang membahagiakan saat kita menjadi ibu dengan sepenuh hati.
Saya sangat merekomendasikan buku ini sebagai bacaan yang menghibur, utamanya bagi para ibu maupun kalian yang baru akan menjadi ibu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Aminah Cendrakasih di Google Doodle Hari Ini, Sosok Mak Nyak yang Melegenda
-
Sampai ke Psikolog, Irish Bella Akui Masalah dengan Ammar Zoni Pengaruhi Psikis Anak
-
Pernyataan Mahfud MD Soal Ibu Berdosa Lahirkan Anak Tak Berakhlak Banjir Kritik: Semoga Emak-emak..
-
Cabuli 3 Anak di Matraman Jaktim, Otak Kotor Om Bambang Ternyata Gegara Film Porno
-
Menguak Pembunuhan dengan Racun Bersama Novel Agatha Christie 'Sparkling Cyanide'
Ulasan
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Di Balik Sepiring Dimsum: Membaca Ulang Makna Keluarga di Novel Clara Ng
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
-
Review Perfect Family: Keluarga Sempurna yang Ternyata Menyimpan Rahasia
-
The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan
Terkini
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?