Energi manusia ibarat sebuah daya ponsel. Apabila digunakan terus menerus akan mengalami penurunan energi baterai (low-batt). Ketika kita bekerja tanpa henti, baik fisik maupun mental akan mengalami kelelahan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Veronica Sri Utami memaparkan alternatif 60 cara mengisi ulang energi agar hidup lebih optimal dan penuh bahagia. Nah, apa sih tanda-tanda jika kita sedang 'low batt'?
Ketika kita bangun pagi tanpa energi, merasa mudah lelah, stuck, dan kehilangan ketertarikan pada banyak hal, boleh jadi kita memang lagi butuh recharge energi.
Untuk mengatasinya, hal pertama yang dijelaskan oleh penulis dalam buku ini adalah bagaimana kita mencintai diri sendiri (self love) dengan berbagai cara.
Misalnya memberi hadiah untuk diri sendiri, tidur yang cukup, berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selanjutnya ada pembahasan tentang mengambil jeda saat kita sudah bekerja keras.
Di sini, penulis menekankan tentang pentingnya menikmati momen saat diam, berlibur, dan menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang disukai.
Ketika kita melakukan hal-hal tersebut, energi yang kita miliki bisa terisi ulang dengan efektif sehingga kita bisa semangat untuk mulai bekerja lagi.
Kemudian ada pembahasan tentang pentingnya membebaskan diri dari hal-hal negatif, banyak berterima kasih pada diri sendiri dan kepada sesama, hingga memberikan yang terbaik pada apapun yang kita lakukan.
Adapun hal yang menarik dari buku ini adalah cara penyampaian penulis yang benar-benar mampu menyentuh hal-hal yang relate dari pembaca.
Jadi, ketika membaca buku ini rasanya kondisi kita benar-benar dipahami dan diwakili oleh penulis.
Selain itu, penulis juga menyematkan beberapa kutipan referensi dari buku yang serupa sehingga narasi yang diangkat terasa kaya dengan informasi yang relevan.
Meskipun begitu, buku ini tidak bertele-tele. Penulis hanya membahas hal-hal yang terasa perlu sehingga kita tidak akan banyak membuang waktu untuk membaca informasi tambahan yang tidak penting.
Ada banyak quotes dan ilustrasi juga yang semakin membuat buku ini menarik untuk disimak.
Buku ini bisa menjadi bacaan sekali duduk, baik dibaca berurutan ataupun secara acak.
Ibarat sebuah kumpulan inspirasi, pembahasan yang ada di dalamnya bisa membantu kita untuk melalui hari-hari yang melelahkan dan mengisi ulang energi yang kita miliki!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
Artikel Terkait
-
Kisah Pembunuh 127 Bocah Pembawa Petaka Dunia dalam Buku 'Pemburu Anak'
-
5 Gaya Hidup Mewah Reza Gladys, Kalau Mau Belanja Tinggal Panggil Karyawan Gucci ke Rumah
-
Ulasan Buku The Ten Roads To Riches, Sepuluh Jalan dalam Meraih Kekayaan
-
Melihat Makna Sebuah Perjalanan Lewat Buku Nomadic Heart
-
Ulasan Buku Antropologi Pendidikan Aneh: Biasanya Tidak Apa-Apa, Menarik dan Mendalam!
Ulasan
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara
Terkini
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya
-
iPhone Versi Android? Honor 600 Pro Viral karena Iklan di Depan Apple Store
-
Proyek Bangunan Ternyata Butuh Tumbal? Fakta Menarik di Film Tumbal Proyek
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja