Salah satu pendidikan karakter yang harus diajarkan kepada anak adalah cara menyikapi sebuah kegagalan.
Seorang anak itu nggak hanya butuh pujian dan motivasi tentang betapa mereka mampu untuk melakukan sesuatu. Tapi terkadang mereka juga perlu untuk belajar dari rasa sakit yang ditimbulkan karena gagal meraih apa yang mereka inginkan.
Anak-anak yang memahami perasaan tersebut dan mampu menjadikannya pemantik untuk berusaha lebih baik lagi, akan tumbuh menjadi seseorang yang pantang menyerah dan tidak mudah putus asa.
Ada satu buku yang cukup menarik terkait hal tersebut. Yakni karya dari Stella Ernes berjudul 'Aku Pantang Menyerah'.
Dari segi judul, sekilas buku ini memang kurang eye-catching pada kesan pertamanya. Namun setelah menelusuri isinya, buku ini terasa menyentuh dan menghangatkan hati.
Penulis mengangkat sebuah pembahasan yang saat kubaca, aku tuh pengen bilang "gini loh maksudnya, seharusnya dulu aku belajar tentang ini".
Yakni tentang kenapa sih waktu kecil, perasaan gagal itu sangat nggak enak. Salah satu alasan kenapa memori tentang hal itu sangat melekat adalah ketidakmampuan seorang anak untuk memvalidasi emosi negatif yang datang mengiringinya.
Di banyak kasus, nggak ada orang dewasa yang menjelaskan tentang kenapa sebuah kegagalan adalah sesuatu yang mesti diterima, alih-alih ditolak dengan uring-uringan dan ngerasa nggak mood sepanjang waktu.
Tanpa penjelasan yang memadai, seorang anak mungkin akan kesulitan untuk memahami perasaannya sendiri saat gagal. Akibatnya, mereka kesulitan untuk mengambil sikap yang positif dalam memaknai kegagalan tersebut.
Lewat buku dengan cerita tentang tokoh "aku" yang selalu merasa gagal dalam setiap hal yang ia jalani, Stella Ernes berhasil mengemas narasi tentang kegagalan di benak anak-anak menjadi sebuah pengalaman yang berkesan.
Si aku ini menyerah dengan hobi melukisnya, mendapat nilai ulangan matematika yang rendah, tidak mendapatkan kado yang diinginkan saat hari ulang tahun, hingga merasa tidak berbakat melakukan apapun.
Awalnya tokoh tersebut merasa sedih dan nggak berdaya. Lalu Stella Ernes menulis pesan-pesan yang menghibur setelahnya.
Bahwa alih-alih kita jadi terpuruk, kenapa nggak mencoba buat menggali kreativitas, berusaha lebih giat, dan berpikir positif? Pelajaran tentang pantang menyerah tersebut juga dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang menarik.
Cara penuturan buku ini juga terbilang sangat sederhana untuk bisa dipahami oleh anak-anak. Jadi, bagi kamu yang sedang mencari buku cerita yang memuat pelajaran mengenai pendidikan karakter, Aku Pantang Menyerah bisa menjadi bacaan yang menginspirasi!
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Fool Me Twice: Mengeksplorasi Perasaan Cinta dan Kehilangan
-
Perjalanan Hidup Takako dalam Novel More Days at the Morisaki Bookshop
-
Ulasan Buku When Love Finds Its Way, Solusi Polemik dalam Hubungan Romansa
-
5 Rekomendasi Buku Genre Romance Karya Penulis Lokal!
-
From Me to You: Love Notes, Jawaban Persoalan Asmara Ala Asma Nadia
Ulasan
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Sedang Kehilangan Arah? Novel 'Rumah' Karya J.S. Khairen Akan Menemanimu
-
The Manipulated: Saat Korban Terpaksa Menjadi Pelaku untuk Bertahan Hidup
-
Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kemiskinan Tak Selamanya Mematikan Harapan
Terkini
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Sinopsis We Are Worse at Love than Pandas, Drama yang Dibintangi Ikuta Toma
-
Mau Kulit Cerah Merata? 5 Rekomendasi Sabun Batang untuk Atasi Kulit Kusam
-
Setelah 5 Tahun Hiatus, Manga GANGSTA. Lanjutkan Serialisasi Mulai 3 Juli
-
Kerja Iya, Urus Rumah Jalan Terus: Mengapa Beban Perempuan Masih Timpang?