Beri Cinta Lebih dariku by Sena

Hayuning Ratri Hapsari | Xandra Junia
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
Ilustrasi pasangan. [Freepik]

Langit hitam kembali menemani pagi Sena, wanita 29 tahun yang akan berangkat kerja. Ia menghela napas, merasa lelah dengan suasana seperti ini. Gelapnya sekitar rupanya sama dengan keadaan hatinya. Ia memiliki masalah rumit dalam kehidupannya.

Sekitar pukul 07.30, Sena mulai pergi ke tempat kerja menggunakan motornya. Ia berharap tidak kehujanan di jalan. Beruntung, ia sampai di kantor dalam keadaan kering. Ia langsung ke mejanya dan menyantap roti keju serta susu untuk sarapan.

Saat bekerja, perasaan takut yang selama ini menyelimuti Sena kembali datang. Hal itu membuatnya sulit fokus menyelesaikan pekerjaan. Ia mendapat tekanan dari rekan kerja dan keluarganya. Mulai dari dihina fisiknya hingga dipaksa menikah sesegera mungkin.

Sena adalah wanita dengan tinggi 160 cm dan berat 70 kilogram. Tak sedikit yang mengejeknya "gemuk", sehingga para pria enggan mendekati bahkan menikahinya. Rekan-rekan kerjanya memanggilnya "gendut" dengan maksud bercanda. Namun, Sena tidak menganggapnya demikian.

Di sisi lain, keluarganya meminta agar Sena cepat menikah karena malu sudah dicap perawan tua oleh tetangga. Sena bingung mengapa pernikahan harus selalu diatur oleh lingkungan sekitar, bukan kesiapan dari diri orang itu sendiri.

Sena sudah berusaha cuek, namun rupanya hal tersebut terus menekannya hingga merusak mental. Ia bahkan sedang rutin memeriksakan diri ke psikolog. Ia tak pernah menyangka kehidupan dewasanya akan seperti ini.

Selepas kerja, rekan-rekan kerja Sena, mengajaknya pergi makan bersama. Ia sebetulnya mau, namun perkataan mereka membuatnya malas dan akhirnya memilih tidak ikut.

"Ndut, ikut makan-makan yuk, kita pada mau barbeku nih" kata salah satu rekannya.

"Yuk, Sen. Tapi jangan sampe abisin porsi kita semua ya. Perut lo kan muat tuh. Nanti kita makan apa. Hahahaha," kata yang lain.

Perkataan itu diikuti tawa beberapa rekan lainnya. Sena menghela napas. Wajahnya seolah muak menghadapi orang-orang yang mulutnya tidak disaring ini. Ia lantas menolak ajakan tersebut dengan alasan ada agenda lain.

"Heuh, maaf gue enggak bisa, kebetulan orang tua dateng dari luar kota dan mau pergi makan juga. Next time deh," ujar Sena.

Setelah itu, Sena langsung menuju tempat parkir dan menaiki motornya. Ia mengenakan helm dan menutupi wajahnya dengan kaca benda ini. Ia terdiam dan menangis. Lalu, ia mulai menjalankan motornya.

Di tengah perjalanan pulang, Sena menepi terlebih dahulu ke sebuah taman. Ia duduk di sana sembari mengusap air matanya yang belum diseka sedari tadi. Ia kemudian menerima pesan dari Juna, seorang pria yang disukainya sejak lama.

"Ada dimana, Sen? Udah pulang kerja?," tanya Juna melalui pesan WhatsApp.

"Udah, tapi aku masih di Taman Cilutra," balas Sena.

"Hmm, oke. Aku kesana, ya."

Pesan terakhir dari Juna itu menyiratkan dirinya seolah sudah tahu apa yang terjadi dengan Sena. Tak lama, ia pun datang dan membawakan es krim untuk wanita yang sedang duduk sendirian di bawah pohon itu.

"Kenapa bawa es krim? Aku diejek gendut loh sama temen-temen," ucap Sena.

"Ini es krim enggak bikin gendut kok. Bikin kamu happy. Cobain aja," timpal Juna.

Juna duduk di samping Sena dan menyodorkan sesuap es krim stroberi kepadanya. Sena masih menutup mulutnya dan menatap tajam Juna.

"Enggak mau, Juna."

"Kamu enggak mau happy? Buruan nih aaaaaa"

"Ih!", seru Sena yang akhirnya mengalah dan menyantap es krim tersebut.

Sena memakannya sambil menangis. Juna menghela napas dan merangkul pundak gadis itu. Ia menepuk-nepuk lengan Sena dengan maksud menenangkan hatinya.

"Aku capek deh terus-terusan dikatain dan diteken buat nikah," keluh Sena.

"Aku ngerti," kata Juna.

"Aku mau break dari kerjaan dulu, tapi kalau aku ngelakuin ini, keluargaku pasti ngomel."

"Yang menjalani siapa? Kamu kan? Enggak perlu izin ke keluarga."

"Iya sih, tapi aku juga mau keluar dari rumah sementara waktu."

"Mau tinggal di indekos adikku? Nanti aku bisa bilang."

"Emang enggak apa-apa, Juna?"

"Iya, mau kapan? Sekarang?"

"Besok aja."

Percakapan itu berhasil membuat Sena sedikit tenang. Tengah malam, ia sudah menyiapkan surat pengunduran diri. Selain perkataan yang menyinggung fisik, ia juga merasa tertekan dengan pekerjaan yang banyak dibebankan kepadanya di kantor.

Keesokan harinya, pengajuan Sena disetujui atasannya. Rekan-rekannya yang biasa mengejeknya tidak meminta maaf dan masih tetap melayangkan kata kurang mengenakkan. Namun, Sena tidak peduli.

Sena merasa lega dan bersiap mencari tempat kerja baru. Selang beberapa menit, Juna menjemputnya untuk diantar ke tempat tinggal sang adik. Sebelum itu, Juna mengajak Sena jalan-jalan ke taman hiburan.

Mereka menaiki berbagai wahana dan tampak senyum bahagia di wajah keduanya. Sena seakan lupa dengan masalahnya selama ini. Juna melihat Sena yang senang itu dengan tersenyum.

Sena dan Juna kemudian beristirahat dengan memakan beberapa camilan. Suasana pun mendadak menjadi serius. Sena mengatakan sesuatu yang penuh haru.

"Juna, makasih ya. Berkat kamu, aku bisa happy kayak gini. Makasih atas semua saran kamu. Makasih udah selalu nemenin dan dengerin keluh kesah aku. Sejujurnya...I like you... Kamu udah kasih cahaya di tengah-tengah kegelapan di hidupku," ucap Sena.

"Kamu juga selalu bikin air mataku tertahan dan berubah jadi tawa. Aku enggak tahu bakal gimana kalau enggak ada kamu. Aku suka kamu dan berharap kamu suka aku more than i like you," lanjutnya.

Lagu milik Xdinary Heroes, band asal Korea Selatan, yang berjudul more than i like mendadak terputar seolah mengerti situasi antara Sena dan Juna. Saat mendengarnya, mereka saling menatap dan tersenyum.

"Aku tahu kamu suka aku. Harapan kamu aku suka more than i like you udah kelihatan kan? Kalau enggak gitu, ngapain juga aku sampe segininya. Aku sayang kamu, Sena. Aku bakal selalu mengusahakan kebahagiaan buat kamu," ujar Juna.

Mendengar hal itu, Sena menitikkan air matanya dan memeluk Juna. Pria itu membalas pelukannya dengan erat. Juna kemudian memegang pipi Sena dan mengecup bibirnya yang lalu kembali memeluk gadis tersebut.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak