3P: Manifestasi Klinik pada Penderita Diabetes yang Harus Kamu Ketahui

Hernawan | Rizky Melinda Sari
3P: Manifestasi Klinik pada Penderita Diabetes yang Harus Kamu Ketahui
Ilustrasi Cek Kadar Gula Darah (freepik)

Berasarkan pengertian dari International Diabetes Federation pada tahun 2010, Diabetes Melitus dapat diartikan sebagai penyakit kronis dengan karakteristik hiperglikemia atau tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini disebabkan karena kurangnya produksi insulin atau insufisiensi atau resistensi insulin. 

Diabetes Melitus juga dapat didefinisikan sebagai penyakit progresif yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sehingga terjadi hiperglikemia.

Ada beberapa klasifikasi dari diabetes, dilihat dari produksi insulin dan penyebabnya. Kebanyakan disebabkan oleh produksi insulin yang kurang.

Tanda dan gejala yang biasanya dialami oleh penderita diabetes dapat dikenali. Manifestasi klinik yang klasik pada semua tipe atau klasifikasi diabetes dikenal dengan istilah 3P.

Dikutip dari buku yang berjudul Latihan Fisik pada Pasien Diabetes Melitus karya Dewy Haryanti Parman, berikut ini adalah penjelasan dari ketiga istilah tersebut.

1. Poliuria

Tanda dan gejala pertama pada penderita diabetes adalah poliuria. Poliuria merupakan suatu kondisi peningkatan frekuensi dalam berkemih. 

Hal ini dapat terjadi karenanya adanya penumpukan glukosa dalam darah, menyebabkan hiperosmolaritas pada serum. Cairan akan berpindah dari intraseluler ke sistem sirkulasi. Peningkatan volume pembuluh darah akan meningkatkan aliran darah menuju ginjal, menyebabkan diuretik osmosis yang akhirnya meningkatkan jumlah urin.

2. Polidipsia

Tanda dan gejala yang kedua adalah polidipsia. Polidipsia adalah suatu kondisi yang terjadi karena penurunan cairan di intraseluler dan peningkatan pengeluaran urin sehingga menyebabkan dehidrasi di tingkat sel. 

Hal ini ditandai dengan mukosa mulut menjadi kering disertai rasa haus yang menyebabkan peningkatan asupan cairan.

3. Polifagia

Tanda ketiga adalah polifagia. Polifagia adalah kondisi ketika sensitivitas insulin untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel menyebabkan terjadinya penurunan metabolisme dan pembentukan energi. Penurunan jumlah energi ini akan menstimulus rasa lapar sehingga meningkatkan keinginan untuk makan. 

Penyandang diabetes juga mengalami penurunan berat badan karena glukosa tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi. Tubuh mendapatkan energi dari sumber lain yaitu protein lemak. Asam amino meruapakan cadangan protein yang tersimpan dalam otot akan dipecah untuk memenuhk kebutuhan energi. Hal ini lah yang menyebabkan penurunan berat badan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak