Minum air putih atau air hangat saat menstruasi sering dianggap cuma mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan kalau kebiasaan ini sebenarnya punya dasar ilmiah dan bukan sekadar omong kosong.
Berdasarkan jurnal BMC Women’s Health tahun 2021 berjudul “The role of water intake in the severity of pain and menstrual distress among females suffering from primary dysmenorrhea”, perempuan yang minum air putih lebih cukup mengalami penurunan nyeri haid. Mereka juga cenderung mengalami durasi nyeri yang lebih singkat dan lebih jarang mengonsumsi obat pereda nyeri.
Penelitian ini membandingkan kondisi responden sebelum dan sesudah meningkatkan asupan air putih. Hasilnya menunjukkan bahwa hidrasi berpengaruh pada kenyamanan tubuh selama menstruasi.
Artinya, minum air putih bukan cuma soal haus atau segar, tapi juga membantu tubuh bekerja lebih baik saat menghadapi nyeri haid. Tubuh yang cukup cairan lebih mudah mengatur aliran darah dan respons otot.
Penelitian lain berjudul “An Evaluation of Hot Water Intake and Relief from Menstrual Cramps Among Healthy Females” juga menunjukkan hasil serupa. Studi ini melibatkan sekitar 100 perempuan dan mayoritas responden merasa kram haid mereka berkurang setelah rutin minum air hangat saat mens.
Selain nyeri yang berkurang, beberapa responden juga merasa tubuh lebih rileks. Efek hangat dari air membantu otot terasa lebih santai dan tidak tegang.
Meski hasilnya positif, penelitian ini tetap punya keterbatasan. Jumlah respondennya tidak banyak dan data yang dipakai berdasarkan perasaan masing-masing orang.
Karena itu, hasil penelitian ini tidak bisa mewakili semua perempuan secara umum. Temuan ini juga tidak bisa dijadikan aturan medis yang berlaku untuk semua orang.
Melansir laman Halodoc pada Rabu (12/02/2026), tubuh yang cukup cairan bisa membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot saat menstruasi. Kondisi ini bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.
Hal serupa juga disampaikan laman eMediHealth yang dikutip pada Rabu (12/02/2026). Air hangat disebut bisa membantu otot rahim lebih rileks saat berkontraksi dan membantu sirkulasi darah jadi lebih lancar.
Selain itu, minum air putih yang cukup juga membantu tubuh tetap seimbang selama perubahan hormon saat mens. Tubuh jadi tidak mudah lelah dan lebih stabil secara fisik.
Berdasarkan dariberbagai temuan ini, anggapan bahwa minum air putih saat mens hanyalah mitos tidak sepenuhnya benar. Ada data ilmiah yang menunjukkan bahwa hidrasi memang bisa membantu meredakan nyeri haid.
Meski begitu, minum air putih bukan solusi ajaib yang langsung menghilangkan nyeri. Setiap tubuh perempuan punya respons yang berbeda-beda.
Nyeri haid tetap perlu ditangani dengan cara yang menyeluruh. Mulai dari istirahat cukup, pola makan sehat, manajemen stres, hingga pemeriksaan medis jika nyeri terasa berat dan mengganggu aktivitas.
Dengan begitu, minum air putih saat menstruasi bisa dipahami sebagai cara sederhana yang masuk akal dan berbasis ilmiah. Bukan mitos belaka, tapi juga bukan solusi tunggal yang berdiri sendiri.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS