Perpindahan Venue Sepak Bola dan Bertambahnya Ancaman Garuda Muda di SEA Games 2025

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
Perpindahan Venue Sepak Bola dan Bertambahnya Ancaman Garuda Muda di SEA Games 2025
Selebrasi Ramadhan Sananta setelah menjebol gawang Thailand di final Sea Games 2023 (pssi.org)

Panitia penyelenggara SEA Games 2025 membuat sebuah keputusan yang cukup mendadak menjelang dimulainya guliran.

Seperti yang diinformasikan oleh akun Instagram @seasiagoal (27/11/2025), Thailand selaku pihak penyelenggara pesta olah raga dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara tersebut mengumumkan pemindahan tempat pertandingan beberapa cabang olah raga.

Termasuk cabang olah raga, Thailand setidaknya akan memindahkan 10 cabang olah raga yang sedianya akan dimainkan di Songkhla ke daerah ibu kota negara, Bangkok. Dalam penjelasan yang disarikan oleh akun instagram tersebut, selain sepak bola, panitia penyelenggara juga memindahkan venue cabang olah raga tinju, silat, judo, catur, kabbadi, karate, gulat, petanque dan wushu.

Alasan yang dikemukakan oleh pihak tuan rumah sendiri sejatinya cukup masuk akal, yakni karena kondisi darurat bencana yang saat ini tengah melanda wilayah Thailand selatan, sehingga berpotensi untuk mengganggu jadwal maupun performa para atlit jika terus dipaksakan untuk tetap digelar di Songkhla.

Dilansir dari berbagai sumber, pemindahan 10 cabang olah raga ke Bangkok ini disebabkan karena serangan banjir yang tak tentu, risiko kerusakan arena pertandingan dan yang paling penting adalah risiko bakal memburuknya kesehatan para peserta gelaran karena lingkungan yang tengah tak mendukung.

Terkhusus bagi cabang sepak bola, pemindahan venue pertandingan ini tentunya menjadi sebuah hal yang cukup merugikan bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, pemindahan tempat bertanding tersebut tentunya sedikit banyak akan memberikan tekanan kepada para pemain, mengingat publik Bangkok sendiri memiliki fanatisme yang jauh lebih tinggi saat mendukung tim nasional mereka jika dibandingkan dengan Songkhla yang berada di daerah pinggiran.

Dan itu artinya, ketika mereka bertanding sedari awal fase penyisihan grup, Anak-Anak Garuda sudah harus siap dengan kehadiran "suporter-suporter usil" tuan rumah yang nekat menyusup untuk menyaksikan pertandingan.

Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, mengingat hal serupa juga kerap kali terlihat di Indonesia, yang mana para suporter tanah air sering datang ke pertandingan negara-negara rival hanya untuk sekadar memberikan psy-war dan agitasi agar mental bertarung mereka runtuh.

Terlebih lagi, barisan suporter fanatik Timnas Thailand saat ini tentunya masih menyimpan kesumat imbas kekalahan yang diterima oleh tim kebanggaannya ketika bertarung di final SEA Games 2023 lalu, sehingga membuat kans mereka untuk mengusili Indonesia semakin terbuka lebar.

Jadi, meskipun pemindahan venue pertandingan sepak bola dan 9 cabang lainnya didasarkan pada kondisi alam yang tak bersahabat, namun secara tak langsung hal itu juga mengundang para suporter untuk datang dan mengusili tim-tim rival mereka.

Lebih-lebih ketika nanti Thailand bersua dengan Indonesia, pasti bakal banyak suporter yang hadir untuk melakukan intimidasi dan menyalurkan kekesalan mereka setelah 2 tahun lalu Pasukan Gajah Perang Muda mendapatkan malu dari Garuda Muda.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak