Hobi
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
Guliran turnamen sepak bola paling akbar sejagat raya bertajuk Piala Dunia FIFA 2026, mulai memasuki fase yang lebih mendebarkan. Setelah menyelesaikan babak penyisihan grup, kali ini 32 kontestan yang berhasil lolos dari ketatnya persaingan melaju ke babak gugur pagelaran.
Itu artinya, dari semula 48 tim yang menjadi peserta Piala Dunia 2026 ini, 16 negara di antaranya harus pulang kampung lebih cepat. Rinciannya adalah 12 negara langsung tereliminasi otomatis karena hanya mampu menduduki posisi juru kunci klasemen akhir grupnya masing-masing, sementara sisanya harus tersingkir karena menjadi penghuni empat tangga terbawah dalam perburuan tiket fase gugur dari jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Uniknya, di antara negara-negara yang harus pulang cepat tersebut, terdapat empat negara yang patut untuk disayangkan harus pulang cepat dari perhelatan. Karena dalam pandangan saya pribadi, pulang cepatnya keempat negara ini sedikit banyak bakal mereduksi kesengitan peta persaingan di perhelatan.
Sudah tahu, kira-kira negara mana yang kepulangan kilatnya ini sangat layak untuk disesali oleh para penggemar sepak bola dunia? Mari kita bahas bersama!
1. Turki

Terus terang, gagalnya Turki melaju ke fase gugur turnamen Piala Dunia 2026 ini membuat saya pribadi patah hati. Bagaimana tidak, Turki sendiri termasuk negara yang mengukirkan kenangan manis dalam memori persepakbolaan saya.
Sampai saat ini, pikiran saya tentang Turki masih dipenuhi dengan kekaguman permainan mereka di pentas Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Nama Turki yang saat itu terbilang "tak terlalu akrab" di telinga, sukses mencuri perhatian saya dengan finish di peringkat ketiga turnamen di bawah Brazil dan Jerman.
Bahkan, satu hal lagi yang membuat saya lebih patah hati dengan kepulangan Turki kali ini adalah, skuat tim yang berasal dari kawasan Anatolia itu ditaburi banyak bintang kenamaan di dunia sepak bola. Terlebih lagi, menurut laman Transfermarkt, Turki adalah tim dengan harga skuat paling mahal di Grup D.
Jadi, meskipun saya sendiri bukan pendukung Turki di turnamen kali ini serta tidak menjagokannya untuk menjadi juara, namun terhentinya mereka di fase penyisihan grup sama sekali tak tak pernah terbayang dalam benak saya.
2. Uruguay

Selain Turki, tim yang patut untuk kita sayangkan kepulangan cepatnya adalah wakil Amerika Latin, Uruguay. Sama halnya seperti Turki, Timnas Uruguay ini juga memiliki potensi besar untuk membuat kejutan, atau bahkan menjadi tim Kuda Hitam seperti yang mereka lakukan di Piala Dunia edisi 2010 lalu.
Meskipun materi pemainnya tak sekaya Turki, namun Uruguay memiliki permainan khas Amerika Selatan yang mengandalkan teknik individual pemain yang bisa menyulitkan tim-tim dari benua lain. Bahkan, di antara tim-tim yang pulang lebih dulu dari turnamen ini, Uruguay adalah satu-satunya negara yang pernah menyabet gelar juara di pentas sepak bola paling akbar sedunia ini.
Sehingga, sangat patut untuk disayangkan jika pada akhirnya mereka gagal ke fase gugur, apalagi karena kesalahan elementer dari pemainnya. Sekadar informasi, Uruguay di fase penyisihan grup ini hanya mampu mengoleksi 2 poin saja. Padahal aslinya, dalam dua pertandingan melawan Tanjung Verde dan Arab Saudi, mereka bisa saja meraup poin sempurna, andai saja penjaga gawang Fernando Muslera tak melakukan kesalahan fatal ketika berusaha untuk melakukan halauan bola.
Dua kali pula!
3. Korea Selatan

Tim ketiga yang patut kita sayangkan kepulangan cepatnya adalah tim Taeguk Warriors, Korea Selatan. Jika kita melihat perjalanan Korea Selatan di fase penyisihan Grup A kemarin, permainan yang mereka tunjukkan juga terbilang sangat apik.
Namun sayangnnya, Korea Selatan yang memulai perjalanannya dengan menghantam Republik Ceko, harus merasakan apes ketika berhadapan dengan Meksiko di laga kedua. Son Heung-min dan kolega sejatinya bisa menahan imbang Tim Sombrero itu, andai saja miskomunikasi antara lini pertahanan dengan penjaga gawang mereka tak terjadi.
Pasalnya, imbas kesalahpahaman yang terjadi itu, Meksiko berhasil mencuri gol berujung kemenangan yang mereka raih di persaingan. Lebih lagi, keapesan yang dialami tim asal Semenanjung Joseon ini juga berlanjut di pertandingan ketiga ketika penguasaan permainan yang mereka peragakan, tak berujung manis imbas kecolongan gol dari Afrika Selatan melalui serangan balik cepat.
Padahal, dalam sejarah perhelatan Piala Dunia, Korea Selatan ini adalah tim liat yang kerap merepotkan dan memulangkan tim-tim yang secara matematis di atas kertas memiliki kekuatan lebih baik dari mereka. Bahkan, seingat saya, mereka adalah tim nonAmerika Latin dan Eropa pertama yang sukses menembus babak semifinal Piala Dunia, ketika mereka melakukannya saat menjadi tuan rumah 24 tahun lalu.
4. Iran

Setelah Turki, Uruguay dan Korea Selatan, satu tim lain yang layak untuk disayangkan kepulangan cepatnya adalah Iran. Bukan hanya karena mereka adalah wakil benua Asia, namun juga karena mereka menunjukkan kelas permainan yang cukup mengimbangi lawan-lawannya di berbagai level.
Bagaimana tidak, dari tiga laga yang dijalani, mereka tersingkir tanpa satu kali pun merasakan kekalahan. Meskipun juga tak memenangi pertandingan barang satu kali jua, namun kesuksesan mereka dalam menahan imbang Mesir dan Belgia, menandakan bahwa sejatinya tim ini memiliki mental yang cukup kuat untuk terus bersaing, bahkan dengan lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.
Terlebih lagi, seandainya mereka sukses terus melaju, guliran Piala Dunia 2026 ini dipastikan bakal semakin panas dan bertambah greget lagi. Karena seperti yang telah kita ketahui bersama, hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat yang notabene adalah salah satu tuan rumah turnamen kali ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Sehingga jika Iran terus melaju, apalagi sampai berjumpa dengan Amerika Serikat, sudah pasti pertemuan mereka akan ter-highlight dan meroketkan perhatian dunia kepada gelaran ini.
Sayangnya, keempat tim itu harus pulang cepat ya. Padahal jika mereka masih bisa bertahan, babak gugur turnamen kali ini pasti akan jauh lebih mendebarkan.
BTW, ada yang jadi favorit Sobat Bola Yoursay atau tidak nih, deretan tim-tim yang gugur itu?