alexametrics

Mengenal Lebih Jauh Yakuza dalam Budaya Pop Jepang

Akiira
Mengenal Lebih Jauh Yakuza dalam Budaya Pop Jepang
Ilustrassi yakuza(pexels/cottonbro)

Kehidupan yakuza seringkali dijadikan tema dalam berbagai macam produk budaya pop Jepang, mulai dari manga (komik Jepang), anime, film, dan game dengan penggemar tersendiri. Bahkan, yakuza menjadi genre film Jepang secara khusus sejak 1960-an (Sharp, 2011:294). 

Definisi Yakuza

Sharp (2011:294) menjelaskan bahwa istilah yakuza mengacu pada mafia Jepang, sindikat kriminal terorganisir yang berakar dari geng judi illegal pada awal era Edo yang mengkosolidasi kekuatan mereka di era pasca perang, melalui operasi gelap, pemerasan, serta real estate.

Asal kata yakuza bersumber dari pembacaan fonetik "8-9-3" (ya-ku-za) dalam permainan kartu hanafuda atau "kartu bunga" yang merupakan skor terburuk. Selain itu, adapula istilah gokudou (jahat, tidak bermoral, organisasi kriminal bawah tanah) yang juga merujuk pada yakuza.

Serba-serbi yakuza

Yakuza merupakan suatu organisasi yang memiliki hierarki layaknya sebuah keluarga. Pemimpin dari yakuza biasanya disebut dengan 'oyabun' (istilah khusus untuk menyebut pimpinan dalam dunia organisasi gelap) atau 'oyaji' (ayah).

Seperti halnya sebuah keluarga, seorang bos yakuza akan dianggap sebagai 'ayah' oleh para anak buahnya. Sementara itu, para anggota yakuza junior akan memperlakukan anggota yang lebih senior sebagai kakak atau abang dan memanggil mereka dengan sebutan 'aniki'.

Perekrutan anggota yakuza dilakukan melalui sakazukigoto (ritual mengikat janji dengan minum sake). Pada upacara tersebut, anggota baru akan meminum sake dalam cangkir bersama dengan 'oyabun' sebagai tanda sumpah setia.

Kelomok yakuza biasanya terdiri dari klan-klan (kumi atau gumi) tersendiri yang menguasai wilayah tertentu. Nama klan yakuza umumnya diambil dari nama keluarga pendiri organisasi tersebut.

Salah satunya adalah Yamaguchi-gumi yang merupakan klan yakuza terbesar di Jepang dan masih aktif hingga saat ini. Yakuza beroperasi berdasarkan kode etik yang disebut dengan jingi (kemanusian dan keadilan) (Sharp, 2011:294).

Menurut De Mente, dalam bukunya Japan's Secret Weapon: The Kata Factor: The Cultural Programming That Made the Japanese a Superior People (1990:69) beberapa ciri anggota yakuza antara lain: 

  1. Memakai stelan bergaris-garis dan kemeja hitam dengan desain mencolok
  2. Menggunakan perhiasan mahal seperti kalung rantai emas, liontin, dan pin di kerah 
  3. Memiliki gaya rambut flat-top crew cut atau ikal pendek gaya afro
  4. Berjalan dengan angkuh, berbicara kasar, argumentatif, serta umumnya berperilaku arogan

Tatsu mantan yakuza yang menjadi bapak rumah tangga

Penggambaran yakuza dalam manga salah satunya terdapat dalam Gokushufudou yang telah dibuat versi anime-nya oleh Netflix pada 11 Maret 2021. Gokushufudou sendiri bercerita mengenai keseharian Tatsu dalam menggeluti pekerjaan barunya sebagai 'bapak rumah tangga'.

Tatsu yang dijuluki sebagai 'si naga abadi' harus mengubah jalan hidupnya yang semula penuh dengan kekerasan menjadi sosok 'bapak rumah tangga' dengan berbagai keahlian terkait pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga berbelanja.

Tentu saja, bagi Tatsu yang telah lama berkecimpung di dunia yakuza, membuatnya tidak mudah menghilangkan 'kebiasaan lamanya'. Meskipun Tatsu tampak sudah ahli dalam berbagai pekerjaan rumah tangga, namun perilaku khasnya sebagai yakuza selalu ikut terbawa mulai dari penampilan, cara bicara, serta tingkah laku ala yakuza lainnya.

Walaupun tingkah Tatsu yang bisa dibilang 'nyeleneh' bagi masyarakat umum menjadi sumber komedi dalam serial manga ini, tak jarang tingkah ini pulalah yang menjadi sumber kesalahpahaman dari orang-orang di sekitarnya. Kesalahpahaman tersebut terjadi salah satunya pada tokoh polisi yang acapkali berprasangka buruk pada Tatsu hanya karena dulu ia adalah seorang yakuza. 

Nishikiyama 'si ikan koi' yang ingin menjadi 'naga'

Yakuza atau Ryu ga Gotoku memang layak disebut sebagai game yakuza paling populer. Game yang diproduksi oleh SEGA ini menceritakan kehidupan Kiryu Kazuma, seorang anggota yakuza. Salah satu tokoh yang berperan penting dalam seri yakuza (Yakuza Kiwami 1) adalah Nishikiyama Akira.

Nishikiyama adalah saudara sesumpah dari Kiryuu yang pada awalnya memiliki hubungan baik. Namun, hubungan mereka mulai retak sejak Nishikiyama bertindak gegabah dengan membunuh bosnya sendiri, karena hendak menyakiti sahabat masa kecil mereka, Yumi. Kiryu yang prihatin rela mengarang cerita bahwa dialah yang telah membunuh bosnya, hingga ia dijebloskan dalam penjara demi melindungi Nishikiyama. 

Setelah ditinggal oleh Kiryu, Nishikiyama semula berniat menjadi lebih baik lagi sambil menunggu Kiryu dibebaskan. Sayangnya kejadian tragis terjadi, ia ditipu oleh seorang dokter yang berjanji akan menyelamatkan adiknya Yuko, namun malah kabur dengan sejumlah uang pemberian Nishikiyama.

Alhasil Yuko tidak bisa diselamatkan. Semenjak kematian Yuko, Nishikiyama semakin mempertanyakan dirinya sendiri, apakah ia memang seorang pria gagal. Sembari mengingat kesalahannya di masa lalu, ia terprovokasi bahwa dirinya bukanlah apa-apa tanpa Kiryu.

Tidak terima dianggap sebagai sosok yang lemah dan selalu bergantung pada Kiryu, Nishikiyama menjelma menjadi sosok villain. Pada akhir chapter, ia harus bertarung melawan Kiryu dan akhirnya meninggal dengan tragis.

Terlepas dari cerita persaudaraan yang berujung tragedi, ada hal menarik antara Kiryu dan Nishikiyama. Kiryu yang memiliki tato naga dan dijuluki sebagai 'naga dari Dojima', sementara Nishikiyama memiliki tato ikan koi.

Berdasarkan legenda Cina, ikan koi dapat berenang menaiki air terjun dan ketika sampai pada puncak, ikan koi tersebut akan berubah menjadi naga. Kiryu yang dilambangkan dengan naga, memang identik sebagai sosok yang hebat dan kuat dalam dunia yakuza.

Sementara itu, Nishikiyama 'si ikan koi' berusaha menyamai sosok Kiryu layaknya seekor ikan koi yang ingin berubah menjadi naga dalam legenda, meskipun akhirnya ia harus gagal.

Kageyama, yakuza tanpa tato

Penggambaran yakuza yang cukup berbeda disajikan dalam film Yakuza Apocalypse (2015). Film besutan Takashi Miike yang turut dibintangi oleh Yayan Ruhian ini menceritakan kehidupan Kageyama, seorang yakuza dengan kulit sangat sensitif, sehingga tidak bisa ditato.

Konflik terjadi ketika Kageyama mengetahui ternyata Kamiura, bosnya adalah seorang vampir, dan ia harus berubah menjadi makhluk serupa demi membalaskan kematian Kamiura pada sekelompok pemburu vampir. Kageyama yang bukan lagi manusia mau tak mau harus mengonsumsi darah hingga terjadi 'wabah' vampir di kota tempat tinggalnya. 

Film aksi yang terbilang 'nyeleneh' dan ambigu ini menyoroti kehidupan Kageyama sebagai seorang pria yang begitu menghormati Kamiura, hingga bersumpah setia padanya sebagai anak buah.

Meskipun Kageyama menerima 'perundungan' dari anggota yakuza lain karena tidak bertato, ia selalu berusaha menunjukkan dirinya sebagai seorang yakuza sejati yang mampu mengemban tugas dari Kamiura selaku bosnya. Meskipun ia sendiri harus berubah menjadi makhluk pengisap darah.

Demikianlah beberapa contoh penggambaran yakuza dalam budaya populer Jepang. Meskipun hanya sebatas cerita fiktif, lewat kebudayaan populer inilah masyarakat luas dapat mengenal sosok yakuza bukan sebagai tokoh kriminal. tetapi lebih kepada sosok manusia biasa yang tak lepas dari konflik. Jadi, bagaimana menurutmu?

Sumber referensi:

  1. De Mente, Boye Lafayette. 1990. Japan's Secret Weapon: The Kata Factor: The Cultural Programming That Made the Japanese a Superior People. Arizona: Phoenix Books.
  2. Sharp, Jasper. 2011. Historical Dictionary of Japanese Cinema. Toronto: The Scarecrow Press, Inc. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak