alexametrics

Tren Penelusuran di Google Versi Orang Indonesia Selama Pandemi Covid-19

Novan Harya Salaka
Tren Penelusuran di Google Versi Orang Indonesia Selama Pandemi Covid-19
Illustrasi pencarian Google (Unsplash/Firmbee).

Indonesia sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19. Ketika pelaku bisnis lebih siap menghadapi badai yang akan datang, melalui Search, Google melihat kebangkitan tren konsumen terkait Covid-19, dapat menyokong penyediaan informasi bagi para pelaku bisnis agar bisa membantu orang-orang.

Ketika ketidakpastian masih membayangi, satu hal tetaplah sama, yakni orang Indonesia melakukan Searching untuk menyingkap fakta dan mengumpulkan tips-tips dari berbagai sumber terpercaya. Google merilis “How COVID-19 is changing the way Indonesian search” yang merangkum bagaimana kecenderungan orang Indonesia melakukan Search berkaitan dengan gelombang kedua pandemi. Tren penelusuran di Google tersebut meliputi

1. Self-care

Pandemi membuat orang Indonesia melakukan pencarian terkait cara merawat diri di rumah. Mereka mencari berbagai fakta dan opsi-opsi perawatan dari ahli kesehatan serta sumber-sumber valid tau terpercaya. Tak sampai di situ, mereka bahkan juga mencari tips untuk menjaga kesehatan mentalnya di waktu-waktu yang sulit belakangan ini.

Menurut data ini, terjadi peningkatan sebanyak 125% atas pencarian “meningkatkan imun” dan “penambah imun.” Kenaikan 2 kali lipat untuk “berjemur” guna mengonfimasi kebenaran apakah paparan sinar matahari dapat mencegah Covid-19, dan 105% kenaikan untuk pencarian “double masker”.

Selain itu, kenaikan sebesar 131% terjadi atas pencarian “isolasi mandiri,” 2,5 kali lipat untuk “cara mengembalikan penciuman,” dan 14,3 kali lipat untuk “proning”, yaitu posisi yang dapat membantu kerja paru-paru. Terakhir, “kesehatan mental” juga mengalami tren kenaikan hingga 2 kali lipat. 

2. Protection

Orang-orang secara aktif mencari informasi tentang cara mendapat vaksin dan meyakinkan diri bahwa sertifikat vaksin adalah kenormalan baru. Sementara itu, minat pencarian untuk efek samping vaksin, pendaftaran vaksin, maupun persyaratan vaksin pun juga mengalami kenaikan.

Peningkatan terjadi sebesar 1.9 kali lipat untuk pencarian “vaccine requirement”, lalu 5,7 kali lipat kenaikan untuk pencarian “sertifikat vaksin”, dan kenaikan 40% untuk “vaccine side effects.

Akan tetapi, misinformasi tentang vaksin masih menjadi perhatian. Kenaikan minat orang Indonesia mencari “harga vaksin” menunjukkan bahwa masih ada keraguan warga apakah vaksin memang gratis. Pencarian untuk “vaccine price” dan “free vaccines” mengalami kenaikan 1,2 kali lipat. Sementara itu, pencarian terkait perbandingan berbagai jenis vaksin mengalami kenaikan sebanyak 55%.

3. Proactively Helping Out

Tahun ini, semakin banyak orang Indonesia melakukan pencarian untuk secara lebih proaktif dapat berkontribusi pada komunitasnya dan membantu sesama melalui donor darah maupun menjadi relawan.

Menurut data ini, terjadi peningkatan sebanyak 10% untuk pencarian “blood donation,” 2,9 kali lipat untuk “plasma donation,” dan 2,2 kali lipat untuk “Covid-19 volunteers.” Peningkatan juga terjadi untuk “donasi COVID-19” sebanyak 3,7 kali lipat, sementara untuk “warga bantu warga” mengalami tren peningkatan sebanyak 6 kali lipat.

Beberapa brand pun melakukan kampanye yang mengadaptasi “gotong royong” seperti “Goto Rumah Oksigen,” pendaftaran vaksinasi melalui Loket.com, serta “Google Dapatkan Fakta.”

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak