alexametrics

Mengapa Pengacara di Indonesia Identik dari Batak? Jokowi Pernah Ungkap Hal Ini!

Filsa Brilliant
Mengapa Pengacara di Indonesia Identik dari Batak? Jokowi Pernah Ungkap Hal Ini!
Ilustrasi pengacara (pexels)

Seringkali kita mendengar atau melihat berita di televis,  ketika ada sebuah kasus hukum, selalu melibatkan pengacara yang mayoritas dari Suku Batak. Sebut saja seperti Hotman Paris Hutapea, Hotma Sitompul, dan Otto Hasibuan. Itu baru 3 pengacara tersohor di Indonesia yang berasal dari Suku Batak. Namun, masih banyak pengacara yang tak kalah hebat dari Suku Batak. Nah, hal ini ternyata ada sejarahnya lo, seperti apa dan bagaimana sejarahnya? Simak ulasannya!

Kamu pasti sudah tidak asing dan mungkin bertanya-tanya mengapa kebanyakan Pengacara di Indonesia berasal dari Suku Batak, apakah advokat di Indonesia itu harus orang Batak? Ternyata bukan.

Presiden Jokowi pernah mengungkapkan mengapa banyak sekali praktisi atau pengacara di Indonesia lekat stereotipe-nya oleh Suku Batak. Pada saat kunjungan kerja, Presiden Jokowi pernah mengunjungi Kampung Tua Huta Siallagan, yang berlokasi di Desa Ambarita Kabupaten Samosir pada Rabu (31/7/2019). Ia diberitahu alasan mengapa Pengacara itu identik dengan Suku Batak. 

Menyadur dari situs inibaru, Jokowi mengungkapkan bahwa di kampung tersebut merupakan titik awal sejarah peradaban hukum di Indonesia.

"Ini adalah kampung yang konon menjadi titik awal sejarah tegaknya hukum di Samosir dan Sumatera Utara pada zaman dahulu," ungkap Jokowi waktu itu.

Pada saat itu, Jokowi bertemu dengan keturunan ke-17 Raja Laga Siallagan yang bernama Gading Jansen Siallagan. Gading menunjukkan sebuah 'Batu Persidangan'. Situs ini berupa meja dan kursi yang disusun membentuk lingkaran. Di tempat inilah raja menjalankan prosesi persidangan bagi siapa saja yang kala itu melanggar ketentuan hukum adat. 

Selain raja, di batu tersebut juga diduduki oleh para saudaranya, penasehat orang yang didakwa, penasehat korban, serta penasehat dari pihak kerajaan. Dari ketiga penasehat inilah yang kemudian disebut pengacara hingga sekarang. 

Selain mengenai 'Batu Persidangan' tersebut, ada alasan lain yang menguatkan bahwa banyak pengacara ternama berasal dari Suku Batak. Budaya 'Koyo' namanya, atau kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kebiasaan berargumen atau bersilat lidah. Sejarahnya, kebiasaan ini muncul karena ciri khas orang Batak yang suka 'nongkrong' dan dalam forum tersebut membahas hal-hal yang menarik untuk didiskusikan. 

Apalagi karakter atau watak orang Batak yang keras dalam arti tegas, sehingga jikalau mengeluarkan argumentasinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Karakter seperti ini tentunya sangat cocok dengan peran pengacara pada ranah hukum di Indonesia, mengingat menjadi seorang pengacara harus mempunyai argumen-argumen yang jelas dan tegas untuk membela kliennya di pengadilan.

Jadi, karena tradisi atau kebiasaan itulah yang membuat orang Batak memilih berprofesi menjadi seorang pengacara. 

Namun, terlepas dari itu bukan berarti semua orang Batak wajib menjadi pengacara. Mereka atau orang Batak yang sukses menjadi pengacara ternama adalah orang memang berkompeten di bidang huku  sehingga memilih menjadi pengacara. Ada banyak orang Batak yang juga sukses di luar bidang hukum.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak