facebook

Sinopsis Drama 55:15 Never Too Late Episode 3, Upaya Jujur Pada Diri Sendiri

Lintang Larissya
Sinopsis Drama 55:15 Never Too Late Episode 3, Upaya Jujur Pada Diri Sendiri
Cuplikan adegan drama Thailand epsode 3 '55:15 Never Too Late' [instagram/gmmtv]

Drama Thailand terbaru yang sedang hangat dibicarakan berjudul ‘55:15 Never Too Late’ berkisah tentang orang dewasa yang berusia 55 tahun kembali ke masa remaja berusia 15 tahun dalam satu malam secara misterius. 

Drama Thailand ini menampilkan aktor dan aktris muda Thailand yang bertalenta seperti Nanon Korapat, Piploy Kanyarat, Khaotung, Kayavine, dan View Benyapa. Sementara itu Jeep Wasu, Nok Sinjai, Kob Songsit, Amarin Nitibhon, dan Kara Polasit berperan sebagai versi dewasanya.

Setelah episode sebelumnya menceritakan kisah dari Seksan yang diperankan Nanon Korapat, episode kali ini menceritakan latar belakang kehidupan Songpol atau juga dikenal dengan nama Paul (diperankan oleh Khaotung).

Sinopsis drama Thailand ‘55:15 Never Too Late’ episode 3

Songpol hidup bersama ibunya yang sudah tua. Sementara adiknya sudah berkeluarga. Songpol dianggap tidak ‘normal’ oleh ibunya karena menolak untuk menikah. Ia yakin dapat mengurus dirinya sendiri hingga tua nanti. Selain itu, jika menikah ia tidak memiliki waktu untuk mengurus ibunya yang sudah tua. Tetapi yang sebenarnya terjadi Songpol adalah seorang gay. 

Hidup dalam keluarga yang menolak keras LGBTQ+ membuat Songpol harus menyembunyikan jati dirinya. 

Beberapa saat kemudian, ibu Songpol tidak dapat bertahan dan meninggal dunia. Sejak saat itu ia mulai untuk menerima dan menunjukkan jati diri yang sebenarnya kepada orang lain. 

Ia membuat akun aplikasi dating agar bertemu dengan seseorang yang dapat membuatnya lupa dengan cinta pertamanya. 

Cinta pertama Songpol adalah Mathee (diperankan oleh Yong Anusorn Maneeted), musisi lepas yang bekerja di restoran milik keluarga Songpol. Sejak saat itulah Songpol mulai jatuh cinta dengan Mathee. 

Tapi cintanya harus kandas lantaran Mathee memutuskan menikah dengan wanita yang dicintainya dan memiliki anak. Selama bertahun-tahun Songpol memendam perasaan dan jati diri yang sesungguhnya seorang diri. Dia tidak dapat terbuka dengan orang lain karena takut akan pendapat orang tersebut yang dapat melukai hatinya.

Bagi Mathee, Songpol adalah teman dekat dan kerabat yang menjadi tempat favoritnya bersandar ketika ada masalah. Baginya, Songpol merupakan teman yang hangat.

Bertahun-tahun berlalu, anak semata wayang Mathee sudah beranjak remaja. Pipu (Win Pawin) merupakan anak yang pendiam dan tertutup, di sekolahnya ia tidak memiliki teman untuk berbicara. Nilainya di sekolah pun tidak terlalu baik. 

Saat mengerjakan tugas di restoran Songpol, Songpol memberikan nasihat kepada Pipu untuk mencari teman dan menghabiskan masa muda dengan bahagia. 

Mendengar kabar Mathee bercerai dengan istrinya, Songpol sempat berpikir untuk kembali menyukainya. Tapi cintanya harus kandas untuk kedua kalinya, lantaran Mathee membawa kabar bahwa ia akan kembali menikah. 

Merasakan sakit hati yang luar biasa, Songpol menangis sendirian di kamar dan meratapi nasibnya. Hanya dengan waktu semalam, ia tiba-tiba kembali pada saat umurnya 15 tahun secara misterius. 

Memutuskan untuk kembali bersekolah, Songpol bertemu dengan Pipu. Secara kebetulan, keduanya berada di kelas yang sama. Pipu mengajak Songpol untuk berteman dengannya karena mengingat nasihat dari Songpol dewasa untuk mencari teman. Akhirnya, Songpol berteman dengan anak dari cinta pertamanya.

Nantikan kisah kelima orang asing yang bersama-sama melewati kejadian misterius yang membawa mereka kembali menjadi anak sekolah berusia 15 tahun di drama Thailand terbaru karya GMMTV setiap hari Senin dan Selasa. Dapat disaksikan melalui kanal Youtube resmi GMMTV dan Disney+ Hotstar.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak