Barangkali, kamu sudah nggak asing dengan animasi asal Malaysia yakni Upin dan Ipin. Animasi yang mengisahkan keseharian bocah kembar berusia lima tahun ini diproduksi oleh Les Copaque sejak September 2007, yang mana dapat kita nikmati di channel MNCTV.
Nggak hanya keseharian bocah kembar identik yang lucu, kita juga bakal disuguhi interaksi Upin dan Ipin bersama Kak Ros yang galak, Opah yang kalem nan bijaksana, hingga interaksi mereka bareng kawan-kawan sekolah yang seru. Meski begitu, ada salah satu karakter yang kemudian membawa nostalgia jaman kanak-kanak. Beberapa scene sangat relate denganku, dan beberapa scene ternyata relate dengan Bapakku. Karakter itu adalah Ismail Bin Mail, alias Mail 'dua singgit'.
Penjual Ayam Goreng yang Selalu Berteriak ‘Dua Singgit!’
Melansir dari laman Upin dan Ipin Wiki Fandom, Mail memiliki nama lengkap Ismail Bin Mail. Dia dikisahkan sebagai bocah berusia lima tahun, berambut hitam bergaya undercut, sering tampil dengan baju berwarna hijau, dan memiliki hobi berjualan, terutama ayam goreng. Mail dikenal dengan jargon 'dua singgit' yang dimaknai dengan dua item berharga satu ringgit.
Suara Mail di awal season cukup khas, yakni terdengar agak berat dan serak. Pada season 2 hingga 8, suaranya diisi oleh Muhammad Hasrul Isa. Kemudian, suaranya terdengar beberapa kali berganti yang rupanya pengisi suaranya dioper pada Muhammad Musyrif Azzat (season 8-12), Usayd Uqashah Kamsani (season 12-19), dan Ridzqi Faaea (season 19-sekarang).
Karakter Bocah Mandiri dan Pongah Tapi Full Gotong Royong
Di awal-awal, Mail divisualkan sebagai karakter yang berpikiran cerdas dan dewasa, tetapi hobi tersenyum pongah, serta penuh perhitungan. Dia juga kerap tampil dengan postur menyilangkan tangan di dada, yang menambah kesan percaya diri ketika mencoba memecahkan masalah dengan strategi.
Mail juga selalu menjunjung tinggi semangat gotong royong, yang terbukti pada episode ketika dia membantu Upin dan Ipin berkebun, menggalang dan melakukan donasi saat rumah Ijat kebakaran, atau pada episode mengumpulkan barang bekas sekampung dengan kawan-kawan untuk dijual pada Ah Tong.
Definisi Bocah Jantan, yang Diakui!
Mail sejatinya memanglah bocah berusia lima tahun dan menempati posisi figuran dalam animasi. Namun, pesonanya cukup kuakui sebagai bocah paling jantan di seantero Kampung Durian Runtuh. Kenapa?
1. Berjiwa Pemberani yang Nggak Takut Terluka
Pada episode saat bocah-bocah bermain sepeda, kita dapati Mail mengayuh sepeda besar, yang bahkan lebih besar dari tubuhnya. Meski dia nggak bisa meraih sadel, Mail tetap semangat mengayuh sepeda meski dikisahkan beberapa kali jatuh dan meninggalkan luka-luka.
Jujur saja, hal ini relate denganku dan kisah Bapakku dulu, dimana kami juga pernah belajar naik sepeda dengan sepeda besar.
2. Berjiwa Leadership
Ingat pada scene Upin dan Ipin memanen rambutan Tok Dalang sebelum dijual di tepi jalan raya?
Disitu disajikan momentum Mail dan Upin yang memetik rambutan menggunakan galah bambu. Walau memang kesulitan dan menemui kegagalan, tetapi Mail berhasil menebarkan pesona leadership-nya. Ada banyak bocah lelaki disana, tetapi Mail memilih ambil bagian memegang galah. Dia juga digigit semut sih, tapi responnya biasa saja kalau dibandingkan dengan Jarjit dan berteriak kesakitan.
Pun saat nego harga dengan Ah Tong, Mail-lah yang menghandle negosiasi harga hingga tercapai kesepakatan bersama.
3. Berjiwa Enterpreneur Sejati
Berjargon 'dua singgit', Mail cenderung sering tampil sebagai penjual ayam goreng di kedai ibunya. Namun, jiwa enterpreneur yang sudah mengakar dalam nadinya justru menambah daya tarik bagi penonton.
Selain menjual ayam goreng dan ayam bakar, Mail juga pernah menjual lemang, penghapus warna, perangko, berbagai kerajinan dari batok kelapa, hingga bekerja sama dengan Tok Dalang mengelola Tok Dalang’s Homestay. Dia juga selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berdagang. Pokoknya jiwa-jiwa jualan deh!
Mail si Ismail Bin Mail
Terlepas dari pesona dan perangainya yang cerdas, Mail tetaplah bocah berusia lima tahun. Dia memiliki rasa jijik pada siput, cacing, dan pupuk kandang cair pada episode saat membantu Upin dan Ipin berkebun.
Atau ketika dia ketakutan pada dokter gigi, yang justru membuatnya mengalami cabut gigi.
Mail juga kedapatan berbohong dengan mengatakan bahwa ikan cupang dijual di pasar, padahal ikan cupang hanya ada di sungai.
Yah, dulu bagiku Mail adalah karakter kaku yang hanya mementingkan uang dan kesempatan untuk diri sendiri. Namun dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, aku menyadari bahwa Mail adalah refleksi kebenaran. Dia berhasil membawa nostalgia jaman kanak-kanak, mengenai definisi bocah jantan yang berani mengambil resiko, serta dapat diandalkan.
Kalau kamu, suka karakter yang mana nih dari animasi Upin dan Ipin?