facebook

Sinopsis Film Taiwan Hear Me: Kisah Cinta Penuh Haru Lewat Bahasa Isyarat

Lintang Larissya
Sinopsis Film Taiwan Hear Me: Kisah Cinta Penuh Haru Lewat Bahasa Isyarat
Poster film Taiwan 'Hear Me'. (IMDb)

‘Hear Me’ adalah film Taiwan bergenre drama-romantis yang rilis tahun 2009. Ditulis dan disutradarai oleh Cheng Fen Fen (’Hi Brothers’ (2021) dan ‘Go Brother’ (2018)), film ini merupakan film yang mengharukan, mengandung hubungan adik dan kakak yang penuh kasih sayang, serta pembuktian cinta dari seorang lelaki tulus.

Mengisahkan dua saudara perempuan saling mendukung, di mana sang kakak, Xiao Peng (Michelle Chen) adalah seorang tuna rungu dan seorang atlet renang yang akan berjuang di Deaflympics, sementara adik perempuannya, Yang Yang (Ivy Chen), selalu ada di dekatnya dan siap untuk mendukungnya dengan cara apapun. 

Mengutip Wikipedia, pada tahun 2007, sutradara Cheng menulis naskah yang terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh seseorang yang jatuh cinta dengan penyandang tuna rungu. Selain Ivy Chen dan Michelle Chen, ada pula Eddie Peng sebagai pemeran utama memerankan tokoh Tian Kuo.

Untuk kamu yang penasaran dengan film Taiwan satu ini, yuk, simak sinopsis filmmya terlebih dahulu di bawah ini.

Sinopsis lengkap film Taiwan ‘Hear Me’

Mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Deaflympics yang akan datang, Xiao Peng (Michelle Chen) berlatih dengan keras, tentunya sang adik, Yang Yang (Ivy Chen) terus membantu dan mendukungnya dengan sepenuh hati. Saat di kolam renang, Yang Yang bertemu dengan Tian Kuo (Eddie Peng), seoramg pengantar makanan. Itu adalah pertemuan pertama mereka, tapi Tian Kuo sudah jatuh hati kepada Yang Yang. Meskipun singkat, Tian Kuo berhasil berkomunikasi dengan pujaan hatinya itu menggunakan bahasa isyarat.

Yang Yang merupakan perempuan yang giat bekerja, karena orang tua mereka sudah meninggal dunia sementara sang kakak harus fokus berlatih agar dapat mewujudkan impiannya, Yang Yang bekerja serabutan dengan keras dan rajin untuk menghidupi keseharian dirinya dan kakaknya. Namun, hal itu tidak memberatkan Yang Yang, karena ia rela berkorban apa saja untuk membantu kakak satu-satunya itu. 

Tian Kuo semakin sering bertemu dengan Yang Yang di kolam renang, saat Yang Yang menemani kakaknya untuk berlatih, sementara Tian Kuo mengantarkan pesanan makanan. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat. 

Tian Kuo selalu membantu Yang Yang. Ia ingin selalu berada di dekat wanita yang dicintainya itu, ia bahkan mengikuti kemanapun Yang Yang pergi termasuk saat Yang Yang bekerja agar dapat menghabiskan waktu dengannya. 

Suatu hari, di dekat rumah Yang Yang terjadi kebakaran, kakaknya yang saat itu berada di rumah menghirup asap dan harus dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa Xiao Peng mengalami cedera akibat kebakaran dan mempengaruhi kemampuan berenangnya. 

Selain karena kakaknya yang harus lebih fokus untuk berlatih, Yang Yang juga menghindari Tian Kuo karena ia takut laki-laki itu malu kalau jalan dengannya, seorang tuna rungu yang selalu membayar apapun menggunakan uang receh.

Meskipun begitu, niat Tian Kuo untuk mendekati Yang Yang tidak berhenti di situ saja, ia terus mencoba untuk menghubunginya dan mendatangi tempat-tempat yang pernah mereka datangi bersama. Ia juga menunjukkan keseriusannya dengan mengatakan ke kedua orangtuanya bahwa Tian Kuo mencintai gadis tuna rungu. Tian Kuo juga meyakinkan orang tuanya kalau si gadis yang ia sukai merupakan orang pekerja keras dan baik hati. 

Performa Xiao Peng kian menurun membuatnya gagal untuk ikut lomba tahun ini. Xiao Peng kecewa usahanya selama ini sia-sia. Ia juga meminta maaf karena selalu menjadi beban untuk adiknya. Xiao Peng malu melihat adiknya yang banyak berkorban untuknya tapi ia tidak bisa memberikan medali sebagai hadiah untuk adiknya. 

Pada adegan satu ini akan banyak mengurai air mata, melihat kedua saudara itu bertengkar menggunakan bahasa isyarat. Sang kakak yang merasa malu karena terus menjadi beban adiknya, sementara sang adik merasa bersalah karena ia meninggalkan kakaknya dikala kebakaran itu terjadi sehingga mimpi kakaknya harus terhenti.

Yang Yang mengatakan kalau ia tidak keberatan untuk membayar hutang ataupun menjadi satu-satunya yang bekerja untuk membiayai hidup mereka, ia justru bangga memiliki kakak sebagai Xiao Peng. 

Setelah keduanya lega mengutarakan perasaannya dan meluruskan kesalahpahaman, dua kakak beradik itu berbaikan sambil berderai air mata.

Cuplikan adegan di film Taiwan 'Hear Me'. (mydramalist)
Cuplikan adegan di film Taiwan 'Hear Me.' (mydramalist)

Suatu hari, Tian Kuo akhirnya menemukan Yang Yang di kolam renang. Mengetahui kalau Yang Yang tidak akan mendengar ucapannya, Tian Kuo mengutarakan perasaannya di belakang Yang Yang. Ia mengatakan kalau dirinya akan membawa Yang Yang ke rumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Ia akan meyakinkan Yang Yang kalau semuanya akan baik-baik saja selama dirinya dan Yang Yang bersatu. Dan Tian Kuo akan melakukan apapun agar Yang Yang dapat menerima cintanya, ia tidak malu untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana perasaannya kepada Yang Yang.

Tapi apa yang lelaki itu katakan di depan Yang Yang berbeda dengan apa yang katakan di belakangnya. Menggunakan bahasa isyarat, Tian Kuo mengatakan akan mengajak Yang Yang ke rumahnya untuk dikenalkan kepada kedua orang tuanya supaya Yang Yang bisa bekerja di restoran milik orang tua Tian Kuo.

Keesokan harinya, benar saya Tian Kuo mengajak Yang Yang untuk ke rumahnya. Tian Kuo terkejut melihat kedua orang tuanya yang berdandan rapih untuk menyambut perempuan yang disukai oleh anak semata wayangnya itu.

Bukannya Tian Kuo yang mengatakan perasaan kepada Yang Yang, justru orang tua Tian Kuo yang menyampaikan perasaan anaknya dengan menggunakan tulisan, karena mereka tidak bisa bahasa isyarat. Orang tua Tian Kuo juga 'melamar' Yang Yang untuk menikahi anaknya. 

Pada adegan dalam film 'Hear Me' inilah sebuah fakta mengejutkan terbuka, ternyata selama ini Yang Yang tidak tuli dan bisa berbicara dengan lancar. Justru Yang Yang mengira Tian Kuo yang menyandang disabilitas, karena sejak awal mereka bertemu, Tian Kuo dan Yang Yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi sehari-hari.

Alur cerita film Taiwan ‘Hear Me’ ini cukup sukar ditebak. Meskipun percakapan terbilang sangat sedikit karena lebih banyak menggunakan bahasa isyarat, tapi penyampaian emosi film ini dapat dengan mudah diterima oleh penonton.

Selain menyajikan plot romantis dan komedi, film 'Hear Me' ini juga berisi banyak hal yang dapat dipetik dan menampilkan hubungan hangat antara keluarga yang saling mendukung dan melindungi. Bagaimana, apakah kamu tertarik menonton?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak