facebook

Ulasan Film Miracle Letters to the President: Perjuangan Mengejar Asa dan Mimpi

Lintang Larissya
Ulasan Film Miracle Letters to the President: Perjuangan Mengejar Asa dan Mimpi
Poster Film 'Miracle: Letters to he President.' (IMDb)

‘Miracle: Letters to the President’ adalah film Korea dengan campuran genre komedi, drama, fantasi, romansa dan coming of age yang dibintangi Yoona SNSD dan Park Jung Min. Ditulis dan disutradarai langsung oleh Lee Jang Hoon, film Korea satu ini memiliki alur yang sukar ditebak tapi juga sangat menarik sekaligus menyentuh.

Berdurasi 117 menit, awalnya film ‘Miracle: Letters to the President’ seakan membawa penonton untuk menikmati percintaan anak sekolah, tapi setelah cerita berjalan rupanya tidak hanya romantisme ABG saja, kisah ini juga penuh dengan cerita kehangatan keluarga dan perjuangan seseorang untuk meraih mimpi.

Film Korea ‘Miracle: Letters to the President’ diambil dari ksah nyata pada tahun 1980-an di sebuah kota terpencil Provinsi Gyeongsang Utara. Awal mula kisah memperlihatkan Jung Jun Kyung kecil dan kakaknya, Jung Bo Kyung (Lee Soo Kyung) harus berjalan dua jam lebih agar dapat naik kereta di sebuah stasiun.

Tinggal di desa kecil di Buncheon-ri, Socheon-myeon hanya mempunya rel kereta tanpa stasiun. Kakak beradik itu harus melewati tiga terowongan dan tiga jembatan. Ia, kakaknya, dan seluruh desa harus melewati resiko tinggi hampir setiap hari.

Seiring pertumbuhannya, Jun Kyung (Park Jung Min) sudah memasukki bangku sekolah atas dan menjadi anak yang jenius matematika. Ia membuat alat untuk mendeteksi sinyal getaran untuk mengetahui posisi kereta yang dekat atau tidak. Ia membuat ini untuk menjaga agar masyarakat di desanya aman.

Sejak kecil, Jun Kyung tidak berhenti menulis surat yang ditujukan kepada presiden untuk membangun stasiun kereta di desanya tapi tak kunjung mendapat balasan. Di SMA, ia bertemu dengan Song Ra Hee (Im Yoon Ah), teman satu kelasnya yang memiliki ayah anggota DPR. Bersama-sama mereka menemukan cara agar Jun Kyung dapat berbicara dengan presiden secara langsung untuk meminta bantuan kepada desanya.

Alhasil mereka menemukan cara, yakni dengan mengikuti olimpiade matematika penghargaan presiden. Dengan kejeniusannya, Jun Kyung dapat meraih juara pertama, tapi sayang ia gagal untuk bertemu langsung dengan presiden, karena penyerahan piagamnya akan diberikan oleh panitia.

Melewati hari-hari bersama, menumbuhkan cinta di antara Ra Hee dan Jun Kyung, meskipun keduanya tidak benar-benar jujur pada perasaan mereka. Lelah menunggu pemerintah yang tak kunjung mendirikan stasiun di desanya, ia bertekat untuk membangun sendiri stasiun kecil dibantu dengan masyarakat desa yang saling bergotong royong.

Kisah inspiratifnya itu membawa Jun Kyung untuk diwawancarai sebuah majalah, kisahnya itu kemudian dikenal oleh banyak orang. Meskipun sudah bekerja dengan keras membangun stasiun, tapi sayangnya kereta masih tidak berhenti di stasiun tersebut membuatnya sangat putus asa.

Cuplikan Adegan Film 'Miracle: Letters to he President'. (hancinema)
Cuplikan Adegan Film 'Miracle: Letters to he President'. (hancinema)

Adegan selanjutnya dari film ‘Miracle: Letters to the President’ ini merupakan plot twist cerita yang benar-benar mencengangkan. Ternyata alasan Jun Kyung bersikeras membangun stasiun adalah agar ia mendapatkan pujian dari ayahnya, ia juga berharap agar ayahnya memaafkannya.

Sebab selama ini, Jun Kyung merasa bersalah kepada keluarganya, seakan ia yang merenggut semua kebahagiaan keluarga kecilnya. Ibunya meninggal dunia ketika melahirkan Jun Kyung dan pada saat itu tidak ada kereta yang berhenti untuk menyelamatkan ibunya. Selain itu, kakak Jun Kyung juga meninggal karena jatuh saat menghindari kereta. Selama ini Jun Kyung tidak berani menatap mata ayahnya.

Jun Kyung memiliki cita-cita menjadi bagian dari NASA. Suatu hari, remaja laki-laki itu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sebuah ujian yang sedang mencari satu perwakilan dari Korea Selatan untuk diberi beasiswa ke Amerika dan bekerja di NASA.

Pada saat bagian ini, adegan dalam film ‘Miracle: Letters to the President’ mengharukan terjadi. Di sini memperlihatkan bagaimana sang ayah yang terlihat dingin akhirnya luluh dan menunjukkan bahwa ia mendukung semua yang anaknya lakukan.

Selama ini, kisah ayahnya dan Jun Kyung bersatu dalam benang cerita atas meninggalnya ibu dan kakaknya. Sejak saat itu, ayahnya lebih sering untuk menyembunyikan kasih sayangnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama kepada Jun Kyung, supaya ia tidak kembali kehilangan orang yang dia cintai.

Apabila kamu akan menonton, siapkan tisu banyak, ya. Meskipun awalnya banyak adegan kocak yang mengocok perut, tapi pada pertengahan episode dijamin akan banyak menguras air mata dan menusuk hati, ditambah dengan plot twist yang tidak berkesudahan.

Allkpop melansir, menurut Sistem Informasi Box-Office Korea (KOBIS) 'Miracle' tercatat menduduki puncak penjualan di Box Office Korea Selatan. Film yang ditayangkan saat hari perayaan Chuseok atau hari Thanksgiving di Korea ini berada di peringkat ke-7 di "Top 10 Highest Grossing Korean Film in 2021", dengan jumlah sebanyak 681 ribu penonton dan estimasi total penjualan mencapai 6,3 miliar won.

Film ‘Miracle: Letters to the President’ yang penuh haru dan melankolis ini dapat disaksikan melalui layanan streaming Catchplay dan Viki. Selamat menonton!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak