alexametrics

Merusak Mata, 4 Bahaya Paparan 'Cahaya Biru' Gadget Secara Terus-menerus

Funcrev
Merusak Mata, 4 Bahaya Paparan 'Cahaya Biru' Gadget Secara Terus-menerus
Ilustrasi seseorang tengah bermain gadget di malam hari. (Pixabay)

Menjaga kesehatan mata adalah hal yang wajib untuk dilakukan semua orang. Akan banyak aktivitas yang dapat terganggu apabila mata Anda mengalami masalah. Salah satu pemicu gangguan pada mata yang kerap menimbulkan masalah adalah penggunaan gadget terus-menerus.

Sinar cahaya biru atau sering disebut blue light pada layar gadget digolongkan sebagai high-energy visible light (HEV light), yaitu sinar dengan panjang gelombang pendek dengan sumber utama dari cahaya matahari. Selain matahari, cahaya biru juga dapat berasal dari layar gadget seperti ponsel, laptop, dan TV.

Beberapa jenis pencahayaan modern, seperti lampu LED (light-emitting diode) dan CFL (compact fluorescent lamps), juga menghasilkan cahaya biru dalam level yang tinggi.

Terlalu banyak paparan sinar cahaya biru dari gadget dapat meningkatkan gangguan kesehatan mata. Berikut ini berbagai risiko blue light yang perlu Anda waspadai.

1. Mengganggu kualitas tidur

Kebiasaan menatap gadget di malam hari dalam waktu yang lama, dapat membuat mata Anda tetap terjaga. Sinar biru yang masuk ke dalam retina akan diterjemahkan oleh otak menjadi sinyal gambar. Hal ini akan memengaruhi irama sirkadian dan membuat mata menjadi lebih terjaga. 

Paparan cahaya biru yang berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur seseorang. Akibatnya mata menjadi tidak mengantuk dan tetap terjaga di malam hari.

2. Mata mudah lelah

Sinar biru memiliki gelombang yang lebih pendek. Gelombang tersebut lebih mudah menyebar dan memiliki kontras yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan otot mata bekerja lebih keras dalam memproses sinyal gambar dan membuat mata menjadi mudah lelah. 

3. Kerusakan pada retina

Seperti sinar tampak lainnya, cahaya biru yang dihasilkan gadget juga dapat masuk ke dalam mata melalui. Namun, mata manusia tidak memiliki proteksi yang cukup untuk berlindung dari paparan sinar biru. Setelah menembus mata bagian luar, cahaya biru akan mencapai retina dan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan.

4. Meningkatkan resiko katarak

Paparan sinar matahari menjadi salah satu faktor risiko terjadinya katarak mata. Lensa mata yang mampu menyaring cahaya gelombang pendek dapat melindungi retina dari kerusakan akibat blue light.

Namun, saat lensa mata melindungi retina, lensa justru mengalami penurunan transparansi atau perubahan warna, sehingga dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi lensa dan lebih mudah terserang katarak.

Untuk mengurangi risiko paparan sinar biru yang berlebihan, kita dapat menurunkan tingkat pencahayaan yang tersedia di perangkat elektronik atau mengaktifkan mode malam hari jika tersedia. Selain itu, mematikan lampu saat tidur juga dapat mengurangi resiko masuknya sinar biru ke dalam mata, sehingga mata menjadi lebih segar di pagi hari.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak