Bukan Sekadar Pahit, Ini Kandungan Nutrisi Pare yang Ampuh Tangkal Radikal Bebas

M. Reza Sulaiman | Atalie June Artanti
Bukan Sekadar Pahit, Ini Kandungan Nutrisi Pare yang Ampuh Tangkal Radikal Bebas
Buah pare (Momordica charantia) diketahui mengandung senyawa aktif seperti charantin dan polipeptida-P yang berdasarkan sejumlah penelitian berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. (Regreto/Shutterstock)

Banyak orang menghindari pare karena rasanya yang pahit dan aromanya yang khas. Namun, di balik rasa tersebut, pare justru menyimpan beragam manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. Sejumlah penelitian dan sumber akademik menyebutkan bahwa pare memiliki efek antidiabetes yang nyata.

Pare (Momordica charantia Linn.) diketahui mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa manfaat pare yang patut diketahui:

1. Kaya Antioksidan, Bantu Tangkal Radikal Bebas

Pare mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan lain yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas diketahui berperan dalam berbagai penyakit degeneratif, termasuk gangguan metabolik seperti diabetes melitus.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan beta karoten dalam pare bermanfaat untuk kesehatan mata. Senyawa ini membantu mempertajam penglihatan serta melindungi mata dari risiko gangguan dan infeksi.

3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Pare juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya membantu tubuh melawan infeksi dan menjaga sistem imun tetap optimal, terutama pada individu dengan kondisi kronis seperti diabetes.

4. Terbukti Membantu Menurunkan Gula Darah

Manfaat pare yang paling banyak diteliti adalah efek antidiabetesnya. Kajian sistematik yang dipublikasikan dalam Generics: Journal of Research in Pharmacy (2021) menunjukkan bahwa ekstrak pare mampu menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Efek ini dikaitkan dengan kandungan senyawa aktif seperti charantin dan polipeptida-P, yang bekerja menyerupai insulin dan membantu meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel.

Informasi serupa juga disampaikan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, yang menyebutkan bahwa pare mengandung senyawa aktif seperti charantin, lektin, dan polipeptida-P insulin. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menurunkan kadar gula darah serta membantu memperbaiki kerja insulin dalam tubuh.

Tidak hanya pada hewan uji, manfaat pare juga ditunjukkan pada manusia. Penelitian yang dimuat dalam Gorontalo Journal of Public Health (2023) melaporkan bahwa konsumsi jus buah pare secara signifikan menurunkan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe 2. Studi tersebut menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kadar gula darah sebelum dan sesudah konsumsi jus pare pada kelompok perlakuan.

Potensi Pare sebagai Terapi Pendukung

Berdasarkan berbagai hasil penelitian tersebut, pare dinilai berpotensi sebagai terapi pendukung alami bagi penderita diabetes. Meski demikian, konsumsi pare tetap disarankan sebagai pendamping, bukan pengganti obat medis. Pare sebaiknya dikonsumsi secara bijak dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Meski rasanya pahit, pare menyimpan manfaat besar bagi kesehatan. Selain kaya nutrisi dan antioksidan, pare terbukti secara ilmiah membantu mengontrol kadar gula darah. Dengan pengolahan yang tepat, pare bisa menjadi pilihan alami untuk mendukung gaya hidup sehat, khususnya bagi penderita diabetes.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak