Pemain Jebolan 'La Masia', Akademi Barcelona yang Bersinar Bersama Klub Lain

Blindman Scofield
Pemain Jebolan 'La Masia', Akademi Barcelona yang Bersinar Bersama Klub Lain
La Masia (instagram.com/fcbmasia)

La Masia adalah akademi penghasil talenta-talenta muda yang dimiliki Barcelona. Banyak bintang besar yang awalnya bermula dari akademi ini, salah satunya Lionel Messi dengan pemain yang meraih penghargaan Ballon D'or terbanyak sepanjang masa. Selain itu, nominasi peraih Ballon D'or sering kali didominasi oleh pemain jebolan La Masia.

Namun, tidak bisa dipungkiri, tidak semua lulusan La Masia berhasil menjadi pemain dengan karir cemerlang di Barcelona. Banyak juga pemain didikan akademi Barcelona yang justru lebih sukses bersama klub lain ketimbang di Barcelona.

Berikut ini lima pemain jebolan La Masia yang sukses bersama klub lainnya: 

1.  Mauro Icardi

Mauro Icardi (instagram.com/mauroicardi)
Mauro Icardi (instagram.com/mauroicardi)

Mauro Icardi bergabung Akademi Barcelona saat berusia lima belas tahun dari tahun 2008-2011. Bahkan, ia tampil mengesankan saat memperkuat tim U-16 dan U-19 Barcelona, akan tetapi, Icardi memutuskan pindah ke Italia dan memperkuat Sampdoria untuk melanjutkan karir profesionalnya.

Namun, Mauro Icardi mulai terkenal saat membela Inter Milan, Icardi menjadi striker paling produktif di Serie A. Pemain asal Argentina tersebut menjadi top skor dua kali pada musim 2014/2015 dan 2017/2018. Kini Mauro Icardi berada di PSG dan satu tim dengan rekan senegaranya, Lionel Messi dan Angel Di maria.

2. Adama Traore

Adama Traore (instagram.com/adamatrd37)
Adama Traore (instagram.com/adamatrd37)

Adama Traore awalnya memulai karirnya dengan Barcelona melalui akademi La Masia. Setelah menimba ilmu di La Masia, Adama berhasil melakukan debutnya dengan tim utama Barcelona, namun, ia jarang mendapat kesempatan bermain. Akhirnya Adama memutuskan untuk bergabung dengan Aston Villa untuk mendapat menit bermain yang cukup.

Hingga akhirnya Barcelona memutuskan kembali untuk merekrut Adama Traore dengan status pinjaman selama setengah musim dari Wolverhampton Wanderers. Selama di Barcelona, Adama melakoni tujuh belas pertandingan dan menyumbang dua assist hingga masa peminjaman berakhir, Adama tidak diperpanjang kontraknya oleh Barcelona dan harus kembali ke klub asalnya.

3.  Mikel Arteta

Mikel Arteta (twitter.com/Arsenal)
Mikel Arteta (twitter.com/Arsenal)

Saat ini, Mikel Arteta dikenal sebagai pelatih tim asal London, Arsenal. Selain itu, namanya kian terkenal saat membela Arsenal ketika masih menjadi pemain, namun, sebenarnya Arteta merupakan didikan akademi Barcelona dan pernah membela Barcelona B. Akan tetapi, ia gagal bersaing dengan tim utama Barcelona hingga akhirnya Arteta memilih hengkang dari Barcelona.

Setelah bergonta-ganti klub, karir Arteta sebagai pemain kian melesat saat bergabung dengan Arsenal. Bahkan Arteta sempat ditunjuk menjadi kapten kesebelasan Arsenal dengan mencatatkan lebih dari seratus pertandingan dan meraih Piala FA dan Community Shields.

4. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas (instagram.com/cescf4bregas)
Cesc Fabregas (instagram.com/cescf4bregas)

Cesc Fabregas adalah salah satu produk La Masia paling potensial. Namun, Fabregas justru memiliki karir yang gemilang saat memperkuat Arsenal dan menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Arsenal hingga membawa Arsenal ke masa kejayaannya. Selain itu, Fabregas juga membawa Arsenal memenangkan Community Shield dan Piala FA.

Hingga akhirnya, Cesc Fabregas memutuskan untuk kembali ke Barcelona dan memperkuat selama tiga musim. Kemudian, ia pindah ke tim asal London lainnya yakni, Chelsea, yang membuat penggemar Arsenal merasa kesal. Namun kini, Fabregas memperkuat klub Serie B yaitu, Como 1907.

5. Thiago Alcantara

Thiago Alcantara (instagram.com/thiago6)
Thiago Alcantara (instagram.com/thiago6)

Thiago Alcantara mengawali kariernya di Barcelona saat berumur empat belas tahun. Karirnya terus meningkat dari akademi, ke Barcelona B hingga dipromosikan ke skuad utama Barcelona. Thiago berhasil mencatatkan seratus pertandingan dengan menyumbang 11 gol dan 20 assist dalam kurun waktu dua tahun.

Namun, Thiago kesulitan bersaing dengan gelandang Barcelona di masa kejayaannya Xavi, Busquets, dan Iniesta. Hingga akhirnya ia bergabung dengan tim raksasa Jerman, Bayern Munchen, Thiago selalu menjadi andalan lini tengah Bayern Munchen dengan mengemas 31 gol dan 37 assist  dalam 235 pertandingan. Kini, Thiago memperkuat Liverpool setelah dibeli seharga 22 juta euro atau sekitar Rp335 miliar.

Akademi La Masia menjadi akademi yang paling diperhatikan oleh penggemar sepakbola. Sebab, tidak sembarang orang bisa bergabung dengan akademi ini, hanya pemain-pemain yang berbakatlah yang bisa bergabung dengan La Masia yang kemudian disaring untuk menjadi seorang pesepakbola andal.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak