Tiga poin langsung didapatkan Timnas Indonesia dalam laga perdana Piala Asia U-17 2025 yang berlangsung di Arab Saudi. Menghadapi tim sekelas Korea Selatan, Garuda Muda tampil percaya diri dan berhasil keluar sebagai pemenang berkat gol semata wayang Evandra Florasta.
Merujuk laporan Antara News, Stadion Prince Abdullah Al Faisal adalah saksi bisu kedua kesebelasan yang sama-sama membidik kemenangan. Korea Selatan yang datang dengan nama besarnya mencoba menunjukkan keperkasaan lewat dominasi penguasaan bola selama babak pertama.
Kim Yegeon menebar ancaman serius kepada gawang Timnas Indonesia. Untungnya si kulit bundar yang ditendang dengan kaki kiri pemain tersebut masih membentur mistar gawang. Tak butuh waktu lama pula untuk Garuda Muda membalas serangan.
Mierza Firjatullah sempat berada dalam situasi one on one dengan penggawa Korsel, tetapi ia nampak terlalu banyak perhitungan sebelum melepas bola sehingga peluang emas ini gagal dimaksimalkan. Gempuran bertubi-tubi kemudian menguji kekokohan barisan pertahanan tim asuhan Nova Arianto.
Bahkan sampai 15 menit sebelum turun minum, masih saja ada teror yang diberikan juru gedor Taeguk Warrior. Kesalahan antisipasi I Putu Panji sempat membuat penonton berdebar, sebab Jung Heejung dapat keuntungan bola muntah.
Beruntung, tendangan keras Heejung masih menyamping. Skor masih imbang 0-0 saat turun minum. Jalannya laga tak banyak berubah di babak kedua. Walau Korea Selatan mendominasi, bisa dibilang bahwa finishing mereka begitu buruk hingga menyia-nyiakan banyak peluang emas.
Justru Timnas Indonesia berada di atas angin ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Blunder Korsel menghadiahkan penalti untuk pasukan Merah Putih. Tendangan Evandra Florasta yang maju sebagai eksekutor sempat diblok, tetapi kemudian pemain tersebut memanfaatkan bola rebound hingga bisa menjebol gawang asuhan Back Ki Tae.
Pada akhirnya, Korea Selatan menyerah 0-1 dan Timnas Indonesia mengamankan tiga poin yang sangat penting di laga perdana ini. Di pertandingan yang lain, Yaman menaklukkan Afganistan dengan dua gol tanpa balas.
Oleh karenanya, Yaman yang unggul jumlah gol dari Indonesia lebih berhak menghuni peringkat teratas klasemen sementara Grup C. Sedangkan Garuda Muda menyusul di peringkat kedua.
Kendati demikian, peluang Evandra CS untuk melaju ke Piala Dunia U-17 sudah terbuka lebar. Setidaknya hanya butuh kemenangan di satu pertandingan lagi untuk membawa nama Indonesia berlaga di panggung bergengsi itu.
Nova Arianto Sanjung Peran PSSI
Usai laga berakhir, pelatih Nova Arianto tak dapat menutupi rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain Timnas Indonesia U-17. Di mana mereka telah melakukan persiapan panjang, termasuk dengan pemusatan latihan di Dubai.
Selama tiga minggu terakhir jelang kompetisi, mereka mencoba beradaptasi dengan suhu di kawasan Timur Tengah, serta menjalani tiga laga uji coba. Tiga poin atas Korea Selatan jadi tambahan motivasi tersendiri untuk menatap matchday selanjutnya.
“Saya sangat Bangga atas perjuangan tanpa henti para pemain. Hasil yang sangat diharapkan, dan jadi penyemangat agar kami fokus ke laga selanjutnya. Perjalanan masih panjang. Kami harap terus dukungan dan doa dari seluruh pecinta Timnas,” kata Nova Arianto sebagaimana melansir laman resmi pssi.org, Sabtu (5/4/2025).
Lebih jauh, Nova juga menyoroti perhatian PSSI dalam membantu persiapan tim menuju kompetisi. Menurutnya, dengan kerjasama ini Indonesia bisa meraih hasil baik di laga pembuka yang berat.
“Alhamdulillah. Kemenangan selain berkat perjuangan keras para pemain, juga tak lepas dari peran PSSI yang sangat memperhatikan kesiapan dan pembinaan pemain hingga menuju turnamen besar. Tidak hanya Timnas senior yang diperhatikan. Timnas yunior serta pembinaannya juga sangat diperhatikan. Ini kerja keras bersama seluruh tim,” ujarnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS