alexametrics

4 Alasan Dirimu Kesulitan untuk Move On, Kamu Berhak Bahagia!

Rizki Putra
4 Alasan Dirimu Kesulitan untuk Move On, Kamu Berhak Bahagia!
Ilustrasi melamun. (pexels.com/cottonbro)

Tentu tidak semua hal bisa kamu kendalikan dalam hidup ini, termasuk perasaan pasangaanmu. Walaupun kamu telah banyak berkorban, belum tentu pasanganmu melakukan hal yang sama.

Pasti ada alasan yang menyebabkanmu harus mengakhiri hubungan dengannya. Namun, kamu malah tidak bisa move on dengan kenangan-kenangan indah ketika bersamanya. Maka dari itu, simak 4 alasan dirimu kesulitan untuk move on.

1. Masih meluangkan waktu untuk memikirkan dirinya

Pasti tidak mudah kalau mengakhiri hubungan dengan orang yang memiliki kenangan yang berkesan di kehidupanmu. Hal inilah yang menyebabkan kita masih meluangkan waktu untuk memikirkan dirinya. Entah stalking sosial medianya, menanyakan kabar dirinya kepada temannya dan lainnya.

Hal seperti ini kalau terus dilakukan justru menghambat dirimu untuk segera move on. Maka dari itu, coba segera membatasi diri untuk kepoin mantan dan segera fokus dengan kebahagiaanmu, ya!

2. Kerap kali bercerita tentang mantan

Hal ini memang kerap kali tidak sadar melakukannya. Apalagi sedang bersama orang terdekat, tiba-tiba saja kamu malah menceritakan masa lalu hubungan bersamanya. Padahal, kamu tahu hubungan kalian berakhir dengan menyakitkan.

Bagaimana ingin melupakan kenangan tersebut, kalau kamunya sendiri tidak ada batasan yang dilakukan. Walaupun hubungan bersamanya memang sangat berkesan, tapi sudah sepatutnya kamu dan dia memikirkan kebahagiaan masing-masing saat ini.

3. Sering mendatangi tempat yang penuh kenangan bersamanya

Kalau dulu pernah ada tempat yang berkesan bagi kalian berdua, sudah sebaiknya jangan mendatangi tempat tersebut sementara waktu. Sebab, pasti akan ada bayang-bayangnya muncul kembali kalau kamu datang ke termpat itu.

Alhasil, kalau malah flashback dengan hubungan masa lalu. Tidak heran kalau kamu membuka kembali luka lama yang seharusnya sudah sembuh saat ini.

4. Menganggap dirimu sebagai korban

Memang terkadang diri kita sering memposisikan sebagai korban ketika sehabis putus hubungan. Kenyataannya, kamu memiliki ambil bagian dari berakhirnya dalam hubunganmu itu.

Sudah sepatutnya memiliki pola pikir bahwa kamu melakukan hal tersebut untuk bisa membahagiakan dirimu sendiri. Jangan jadikan semua ini bahwa kamulah yang korbannya, namun memiliki tujuan ingin membuat hidupmu lebih bahagia.

Berdasarkan ulasan di atas, sudah seharusnya diri kita mengakhiri hubungan demi kebahagiaan diri sendiri, bukan sebagai korban sakit hati.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak