Penyewaan apartemen kecil di bawah 60 m2 menjadi sangat populer di Korea Selatan belakangan ini. Hal tersebut dikarenakan jumlah rumah tangga dengan satu atau dua orang meningkat akibat angka kelahiran di Korea Selatan yang rendah.
Dilansir dari media Korea Selatan Hankyung, sewa apartemen kecil dengan luas kurang dari 60 m2 secara nasional meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun.
Di Seoul, penjualan apartemen kecil lebih cepat dibandingkan dengan penjualan untuk unit eksklusif berukuran 84 m2. Popularitas apartemen besar menurun walaupun berada di ibu kota Korea Selatan.
Buntut dari permintaan yang tinggi, penjualan maupun penyewaan apartemen kecil di Korea Selatan akan mencapai harga tinggi di masa depan dibandingkan dengan area yang luas.
Permintaan tersebut bahkan kalah dengan permintaan penyewaan villa maupun perkantoran.
Selain itu, alasan permintaan apartemen kecil juga meningkat karena suku bunga tinggi dan banyaknya penipuan sewa.
Setelah deregulasi pada bulan Januari lalu, harga perumahan di Korea Selatan mencapai titik rendah, namun mulai pulih akhir-akhir ini. Suku bunga pinjaman turut meningkat akhir-akhir ini.
Kenaikan harga bahan dan biaya keuangan tidak luput menjadi alasan mengapa banyak orang memilih untuk menyewa apartemen yang lebih kecil. Beban memiliki rumah juga meningkat berkontribusi terhadap popularitas apartemen kecil.
Investor yang melirik peluang ini pun meningkatkan minat beli apartemen kecil untuk nantinya disewakan kembali.
Baru-baru ini, minat penjualan apartemen kecil di wilayah metropolitan pun berhasil mencatat persaingan hingga tiga digit. Tingkat persaingan pembelian apartemen kecil memiliki perbandingan 1:100.
Jumlah rumah tangga dengan satu orang di Korea Selatan meningkat 54,6% dari 3.066.596 pada bulan September 2008 menjadi 4.739.972 rumah tangga pada September 2023.
Dengan jumlah yang demikian, luas apartemen 59 m2 dinilai cukup untuk hidup sendirian.
Umumnya, apartemen berukuran 59 m2 dilengkapi dengan 3 kamar dan 2 kamar mandi, cukup untuk menampung hingga 3 orang dalam satu rumah tangga.
Sementara, rumah tangga dengan jumlah empat orang mengalami penurunan sebesar 20,9% dari 2.179.345 rumah tangga menjadi 1.724.033 rumah tangga dalam periode yang sama dengan sebelumnya.