Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati

M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
Poster film Ahlan Singapore (IMDb)

Film Ahlan Singapore yang disutradarai oleh Indra Gunawan merupakan drama romansa Indonesia yang dirilis pada tahun 2026. Dengan durasi 96 menit, film ini mengeksplorasi tema cinta, trauma masa lalu, dan pencarian identitas di tengah latar kota Singapura yang modern.

Dibintangi oleh Rebecca Klopper sebagai Aisyah, Kiesha Alvaro sebagai Liam, dan Ibrahim Risyad sebagai Ridwan, cerita ini menawarkan kisah segitiga cinta yang penuh emosi dengan diselingi elemen budaya Indonesia-Singapura. Film ini diproduksi oleh MD Pictures dan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 5 Februari 2026, berdasarkan jadwal resmi dari Cinema XXI dan platform seperti JadwalNonton.com. Penjualan tiket dimulai sejak 2 Februari dan film ini juga direncanakan tayang di negara Asia Tenggara lain, termasuk Malaysia pada 12 Februari.

Sinopsis: Pertemuan Tak Terduga di Negeri Singa

Salah satu adegan di film Ahlan Singapore (instagram/ahlansingaporemovie)
Salah satu adegan di film Ahlan Singapore (instagram/ahlansingaporemovie)

Cerita berpusat pada Aisyah, seorang mahasiswi Indonesia di Singapura. Ia hidup dengan mimpi besar, tetapi hatinya tertutup akibat luka masa kecil. Ia fokus pada studi dan menghindari hubungan romantis. Takdir mempertemukannya dengan Liam, senior kampus yang hangat namun misterius karena menyimpan duka pribadi. Pertemuan mereka membuka harapan baru, tetapi kedatangan Ridwan, teman masa kecil Aisyah yang diam-diam mencintainya, memicu konflik emosional. Cerita berkembang di sekitar dinamika ketiganya dengan Singapura sebagai latar yang menambah nuansa internasional.

Dari segi plot, Ahlan Singapore mengadopsi formula romansa klasik dengan twist modern. Naskah karya M. Ali Ghifari berhasil membangun ketegangan melalui dialog yang natural dan konflik internal karakter. Tema utamanya adalah penyembuhan luka lama melalui cinta baru, di mana setiap tokoh mewakili aspek berbeda: Aisyah sebagai korban trauma, Liam sebagai sosok penyembuh yang rapuh, dan Ridwan sebagai pengingat masa lalu.

Alur cerita mengalir lancar meskipun terkadang predictable dalam elemen love triangle. Bagian awal fokus pada pengembangan karakter Aisyah dan Liam dengan adegan-adegan manis di markah tanah (landmark) Singapura seperti Marina Bay Sands dan Sentosa yang membuat saya merasakan vibe kota itu. Konflik memuncak di paruh kedua, saat pilihan Aisyah menjadi pusat drama tanpa jatuh ke melodrama berlebih. Akan tetapi, beberapa subplot seperti hubungan keluarga terasa kurang dieksplorasi sehingga membuat akhir cerita agak rushed meski tetap memuaskan secara emosional.

Review Film Ahlan Singapore

Salah satu adegan di film Ahlan Singapore (instagram/ahlansingaporemovie)
Salah satu adegan di film Ahlan Singapore (instagram/ahlansingaporemovie)

Akting para pemain menjadi kekuatan utama. Rebecca Klopper memerankan Aisyah dengan kedalaman yang menunjukkan kerapuhan di balik ketegaran. Ekspresinya saat menghadapi konflik internal sangat meyakinkan, terutama dalam adegan berhijab yang ia akui sempat ragu karena takut typecasting. Kiesha Alvaro sebagai Liam berhasil mengubah logatnya menjadi peranakan Singapura-Melayu meski masih ada sedikit pengaruh karakternya yang biasa. Ia menyuguhkan chemistry kuat dengan Rebecca Klopper yang membuat momen romantis terasa autentik. Ibrahim Risyad sebagai Ridwan memberikan kontras dengan akting yang hangat dan devoted, sehingga menambah dimensi simpati pada karakternya. Pendukung seperti keluarga Aisyah menambah lapisan cerita meski tidak dominan.

Sutradara Indra Gunawan patut dipuji atas directing-nya. Ia memanfaatkan lokasi syuting di Singapura dengan baik, mulai dari Ocean Aquarium yang indah hingga jalanan kota yang ramai, sehingga menciptakan suasana yang manis dan romantis. Sinematografi oleh tim produksi menangkap keindahan visual dengan warna cerah yang mendukung suasana hati cerita. Soundtrack campuran lagu Indonesia dan elemen pop Singapura memperkuat nuansa, meskipun tidak ada lagu ikonik yang menonjol. Penyuntingannya rapi dan menjaga pace tetap cepat di durasi pendek, yang menjadi nilai plus karena tidak membosankan.

Tema film ini relevan untuk penonton muda: pentingnya membuka hati setelah trauma tanpa mengorbankan mimpi. Film ini juga menyentuh isu diaspora Indonesia di luar negeri, seperti adaptasi budaya dan tekanan sosial. Sisi positifnya, film ini terasa cute dan heartwarming, cocok untuk date night atau tontonan keluarga. Kekurangannya ada pada dialog bahasa Inggris campur Indonesia yang terkadang terasa canggung, serta konflik yang bisa lebih dalam daripada sekadar cinta segitiga.

Bagi yang ingin menonton, segera ke bioskop terdekat seperti XXI atau CGV. Tiket tersedia secara daring melalui TIX ID. Film ini bukan hanya hiburan, melainkan pengingat bahwa cinta bisa datang tak terduga, seperti pertemuan di negeri orang. Jadi, dapat saya simpulkan bahwa Ahlan Singapore layak mendapat rating 7/10 karena solid untuk genre romansa meski tidak begitu revolusioner.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak