Buku Wanita Berkarier Surga ini adalah buku yang ditulis oleh Felix Siaw. Buku ini berisi pembahasan seputar kedudukan wanita dalam islam dan isu feminisme yang dinilai sering bertentangan dengan agama.
Misalnya anggapan bahwa islam adalah agama yang mendukung pemahaman misoginis, bahwa wanita seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif, serta ungkapan bahwa pria lebih tinggi kedudukannya dibanding wanita.
Di dalam buku ini, semua itu terbantahkan lewat dalil maupun secara logika. Di awal pembahasan, penulis bahkan menerangkan banyak sejarah terkait fakta mengenai kedudukan wanita dari masa ke masa, dan sampai di era islam, wanita memiliki kedudukan yang terhormat.
Penulis menjelaskan mengapa anjuran berhijab bukanlah sesuatu yang bersifat mengekang, melainkan ada untuk melindungi harkat dan martabat wanita.
Islam juga telah menerangkan bahwa pada dasarnya, baik pria dan wanita itu setara. Yang berbeda adalah peran dan ranah mereka masing-masing dalam kehidupan. Yang satu diberi kelebihan untuk berada dalam suatu bidang, dan yang lain melengkapi di bidang lainnya. Karena secara fisik dan emosional pun, kemampuan seorang pria dan wanita itu berbeda dalam mengemban tugas tertentu.
Jadi bukan berarti islam itu agama yang misoginis, ya. Dalam hal karier pun, islam sebenarnya tidak melarang wanita untuk bekerja, kok. Hanya saja, seorang wanita memiliki tugas-tugas utama terkait dengan keluarga yang mesti diprioritaskan terlebih dahulu.
Karena memang secara kecenderungan, kebanyakan wanita memang lebih bisa diandalkan dalam urusan domestik. Wanita adalah mahluk yang peka, perasa, memiliki insting dan emosi yang lebih kuat terkait memelihara dan merawat sesuatu.
Kalau menilik dari sepak terjang para wanita di zaman Rasulullah Muhammad pun, banyak wanita yang juga berkarier sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Di antaranya ada istri beliau sendiri, Khadijah yang merupakan seorang woman entrepreneur di zamannya. Selain itu ada Aisyah juga merupakan seorang guru besar yang menjadi rujukan ilmu pada masa itu.
Intinya, islam nggak melarang wanita itu berkarier selama kewajiban dan tugas utama mereka dalam keluarga telah tertunaikan. Karena tugas sebagai seorang istri, ibu, dan anak yang sholehah bagi kedua orang tua sejatinya adalah pekerjaan-pekerjaan wajib yang mendapatkan ganjaran surga.
Jadi, bagi kaum feminis yang menganggap islam nggak berpihak pada wanita, baca buku ini deh. Kamu bakal dapat banyak insight yang semoga bisa mencerahkan.
Dan juga bagi kamu yang saat ini "cuma" jadi ibu rumah, nggak usah insecure, ya. Jadilah percaya diri karena telah memilih untuk menjadi sosok wanita berkarier surga.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
-
Buku Broken Strings: Menyelami Trauma Relasi dalam Hubungan Toksik
-
Buku Ternyata Tanpamu, Memaknai Perpisahan ala Natasha Rizky
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
Artikel Terkait
-
Review Film Nowhere, Bangkit di Tengah Lautan
-
Ulasan Novel Klara and The Sun: Humanisme Lewat Sudut Pandang Robot AI
-
Ulasan Buku 'Akhlak Al-Qur'an', Kisah-Kisah Keagungan Akhlak Nabi
-
Ulasan Novel Penaka, Berubah Wujud untuk Mempertahankan Pernikahan
-
Pelajaran tentang Budi Pekerti dalam Buku "Empat Kata Ajaib"
Ulasan
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Membaca Ulang Makna Perceraian di Novel Setelah Putus Karya Isrina Sumia
-
Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Kehilangan dan Arti Kehidupan
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
Terkini
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Maskeran Pakai Bubble Mask? Ini 5 Pilihan Biar Wajah Auto Glowing
-
Kesepian Kolektif di Era Konektivitas: Banyak Teman, Minim Kelekatan
-
Usai Diterpa Rentetan Kontroversi, Jule Ungkap Ingin Jadi Diri Sendiri?
-
Mengenal Non-Apology Apology: Analisis Permintaan Maaf Azkiave yang Tuai Kritik.