Sering Mencabut Rambut? Waspada 4 Gejala Umum Penyakit Trikotilomania

Diana Retnasari
Sering Mencabut Rambut? Waspada 4 Gejala Umum Penyakit Trikotilomania
Ilustrasi mencabut rambut (Freepik/nakaridore)

Pernahkah kalian bertemu dengan orang yang sering mencabuti rambutnya sendiri? Atau justru kalian menjadi salah satunya? Perlu diketahui bahwa perilaku mencabuti rambut sendiri secara berulang, ternyata sering dihubungkan dengan kondisi kesehatan mental.

Kegiatan mencabuti rambut di kepala secara terus-menerus disebut dengan istilah trikotilomania. Berdasarkan artikel di Alodokter, trikotilomania dikategori sebagai gangguan mental karena seseorang tidak bisa mengendalikan dorongan untuk mencabut rambutnya sendiri.

Bahkan dalam beberapa kasus, penderita trikotilomania tidak hanya mencabut rambut di kepala, namun juga timbul keinginan untuk mencabut rambut-rambut lain yang ada di tubuh seperti bulu mata, bulu kaki, hingga alis.

Biasanya penderita trikotilomania akan merasakan sensasi satisfying saat berhasil mencabut rambut mereka. Kriteria rambut yang sering dijadikan sasaran adalah rambut yang bentuknya keriting, pendek, dan sedikit terasa kasar dibanding helaian rambut lainnya.

Perilaku tersebut makin diperparah jika penderita sedang merasa stress atau sedang berada di lingkungan yang menimbulkan rasa cemas berlebihan. Dirangkum dari artikel Alodokter, berikut ini beberapa gejala penyakit trikotilomania yang sering muncul dan wajib untuk kalian waspadai.

1. Sering mencabut rambut

Tanda-tanda gangguan trikotilomania yang paling gampang dilihat adalah sering mencabuti rambut secara berulang kali di beberapa bagian tubuh seperti kepala dan daerah sekitar mata.

Baca juga: Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2022, Tonton Tim Kebanggaanmu!

Jika perilaku tersebut dilakukan terus-menerus, seringali penderita trikotilomania akan mengalami kebotakan atau pitak di area sekitar kepala atau bagian tubuh lainnya.

2. Sering cemas jika tidak mencabuti rambut

Jika penderita trikotilomania tidak diberikan kesempatan untuk mencabuti rambutnya, maka akan timbul rasa cemas dalam diri penderita. Meskipun penderita berusaha menahan, namun perasaan tersebut akan tetap muncul dan sulit dihilangkan.

3. Timbul rasa lega

Setelah berhasil mencabut rambut, penderita akan merasakan sensasi lega. Seringkali mereka merasa sangat satisfying dengan perilaku tersebut sehingga akan terus diulangi kembali hingga timbul perasaan puas dalam diri penderita.

4. Punya kebiasaan khusus

Sebelum mencabut rambut yang ada di kepala, biasanya penderita trikotilomania akan memilih jenis rambut yang akan ia cabut. Sejauh ini jenis rambut yang sering jadi target adalah rambut yang keriting dan cenderung bertekstur kasar.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Spanyol Kontra Maroko, Rivalitas Sepakbola yang Dibumbui Sejarah

Penderita sering berdalih bahwa rambut dengan kriteria tersebut menyebabkan rasa gatal di kepala sehingga harus segera dicabut. Kebiasaan mencabut rambut di kepala maupun bagian tubuh lain memang harus diwaspadai oleh semua orang.

Jika seseorang sudah tidak mampu menahan dorongan untuk melakukan perilaku tersebut, maka sangat disarankan untuk segera meminta pertolongan seperti mengunjungi dokter atau berkonsultasi kepada psikiater untuk mengatasi gangguan tersebut.

Video yang mungkin kamu lewatkan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak