Pena Patah

Hernawan | Mohammad
Pena Patah
Ilustrasi Pena (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Pena itu tak utuh lagi

Ia terasingkan, kini ia sendiri

Hanya bersama sepi dan sunyi

Pena itu berdiam diri merenungi

Ia enggan bicara

Siapa yang tega membungkamnya?

Siapa yang sebenarnya telah mematahkannya?

Aku tak tahu, pena itu tak mengerti jua

Mungkin pena itu rapuh seperti hati

Jatuh sedikit, tercerai-berai

Pecahannya berserakan memenuhi lantai

Pena itu tak lagi punya wajah yang berseri

Pena itu terus menangis

Sebab dirinya tak lagi bisa menulis

Tak ada lagi senyumnya yang manis

Karena ia tak akan bisa lagi melukis

Juli 2021

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak