Pena itu tak utuh lagi
Ia terasingkan, kini ia sendiri
Hanya bersama sepi dan sunyi
Pena itu berdiam diri merenungi
Ia enggan bicara
Siapa yang tega membungkamnya?
Siapa yang sebenarnya telah mematahkannya?
Aku tak tahu, pena itu tak mengerti jua
Mungkin pena itu rapuh seperti hati
Jatuh sedikit, tercerai-berai
Pecahannya berserakan memenuhi lantai
Pena itu tak lagi punya wajah yang berseri
Pena itu terus menangis
Sebab dirinya tak lagi bisa menulis
Tak ada lagi senyumnya yang manis
Karena ia tak akan bisa lagi melukis
Juli 2021