facebook

5 Aturan di Korea Utara saat Peringatan Kematian Ayah Kim Jong Un, Warga Dilarang Tertawa

Dea Nabila Putri
5 Aturan di Korea Utara saat Peringatan Kematian Ayah Kim Jong Un, Warga Dilarang Tertawa
Peringatan 10 Tahun kematian ayah Kim Jong Un. [AFP via Getty Images]

Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, mengeluarkan peraturan untuk memperingati hari kematian sang ayah, Kim Jong Il, pada 17 Desember 2021 lalu. Pada 17 Desember 2010 silam, Kim Jong Il meninggal dunia dan setelahnya, Kim Jong Un resmi dinyatakan sebagai pemimpin tertinggi republik Korea Utara.

Semasa kepemimpinan Kim Jong Un selama 10 tahun terakhir, pemimpin yang kerap dicap ditaktor tersebut sering menuai kontroversi atas peraturan yang disahkan olehnya. Undang-undang dan peraturan negara sebagaimana ditetapkannya sering dianggap tidak masuk akal.

Menyandur dari Independent, di perayaan 10 tahun kematian ayah Kim Jong Un ini, setidaknya ada 5 butir peraturan yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara bagi warganya.

1. Dilarang Tertawa Selama 11 Hari

Peraturan ini menyatakan bahwa seluruh warga Korea Utara dilarang untuk tertawa sedikit pun selama 11 hari ke depan. Hal ini disebabkan karena menurutnya, tertawa dapat merusak suasana berkabung dan tidak menghormati mendiang ayahnya yang telah memimpin Korea Utara selama kurang lebih 17 tahun. Kebahagiaan yang tercipta selama masa berkabung 11 hari ini juga termasuk hal yang tidak sopan dan dapat dihukum dengan sanksi seberat-beratnya. 

2. Dilarang Berekreasi atau Jalan-Jalan

Walau sudah memasuki liburan akhir tahun, Kim Jong Un tetap mengeluarkan peraturan larangan berekreasi kepada warganya, guna mengurangi adanya hiruk pikuk warga yang lebih memilih untuk liburan dibanding memperingati hari kematian ayahnya. Warga juga dilarang untuk bersenang-senang di muka umum. Aparat negara akan mengawasi secara masif sehingga jika ada warga yang melanggar, hukuman penjara telah menanti.

3. Dilarang Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Meski peraturan konsumsi alkohol pada warganya sudah lebih ringan, tetapi khusus pada peringatan hari kematian ayahnya, Kim Jong Un juga melarang semua warganya mengonsumsi alkohol selama masa berkabung. Efek samping yang memabukkan dari alkohol dianggapnya merusak rasa kekhidmatan dari hari berkabung. Selain itu, aparat negara diminta untuk menyusuri tempat-tempat yang berpotensi sebagai lokasi penjualan alkohol untuk menindak warga yang melanggar.

4. Dilarang Berbelanja

Selain itu, warga juga dilarang untuk berbelanja apapun di swalayan atau pasar selama masa berkabung. Banyak warga yang mengeluhkan peraturan ini karena dianggap mengganggu aktivitas perekonomian di Korea Utara. Namun, Kim Jong Un juga telah memerintahkan pejabat negara untuk menyiapkan persediaan pangan bagi warga yang kelaparan.

5. Dilarang Menangis Terlalu Keras

Jika ada warga yang meninggal ketika masa berkabung, seluruh kerabat diminta untuk tidak menangis terlalu keras dan meratapi jenazah. Selain itu, jenazah hanya bisa dibawa ke rumah duka dan dimakamkan saat masa berkabung berakhir. Kim Jong Un melarang dengan tegas kegiatan perayaan kematian atau berduka pada masa berkabung ini. Alasannya, agar semua warga negaranya fokus dengan masa berkabung dan mengenang semua perjuangan Kim Jong Il dalam memimpin Korea Utara secara khidmat. 

Masa berkabung pada tahun ini diperpanjang menjadi 11 hari setelah pada tahun sebelum-sebelumnya hanya berlangsung selama 7 hari. Hal ini disebabkan karena tahun ini bertepatan dengan 10 tahun kematian Kim Jong Il dan dianggap istimewa, sehingga masa berkabung diperpanjang hingga 11 hari.

Aparat negara Korea Utara juga telah mempersiapkan semua hal yang berkenaan dengan masa berkabung ini sejak awal Desember, sehingga semua peraturan diharapkan bisa dipatuhi oleh warga dengan baik. Hukuman untuk pelanggar juga tidak main-main, sehingga apabila ada yang melanggar, akan ditindak secepatnya. 

Berikut adalah 5 peraturan yang dikeluarkan oleh Kim Jong Un demi memperingati hari kematian ayahnya yang ke 10 tahun. Bagi sebagian orang, hal tersebut adalah sebuah penghormatan seorang anak kepada jasa sang ayah. Namun, bagi sebagian orang, peraturan tersebut adalah hal yang konyol.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak