facebook

Ulasan Dr. Stone, Nonton Anime sambil Belajar Sains

Iin Atiqotul Mirah
Ulasan Dr. Stone, Nonton Anime sambil Belajar Sains
Psoter serial Dr. Stone.[MAL]

Kalau kalian adalah insan wibu, pasti sudah tidak asing lagi dengan anime Dr. Stone, tapi lain lagi kalau bukan jejeran insan wibu. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ulasan ini khusus untuk kalian yang belum tahu atau ingin tahu apa sih Dr. Stone itu?

Dulu, awalnya Dr. Stone ini merupakan seri manga shonen yang ditulis oleh Riichiro Inagaki dan diilustrasikan oleh Boichi. Seri manga ini terbit pada tahun 2017 tepatnya di bulan Maret. Karena banyak yang suka, akhirnya pada tahun 2018 Dr. Stone diadaptasi menjadi anime oleh TMS Entertaiment yang di sutradarai oleh Shinya lino, dan merilis episode pertamanya pada bulan juli 2019. Seri manga tetap lanjut dan seri anime ke season 2 (Dr. Stone : Stone Wars) dirilis pada bulan januari 2021. Tak hanya sampai season ke-2 saja, saat ini episode spesial dan season ke-3 sudah digarap. Episode spesial dijadwalkan rilis pada tahun 2022 sedangkan season ke-3 dijadwalkan rilis pada tahun 2023.

Sekarang kita bahas untuk Dr. Stone season 1, saya dari dulu sangat excited saat menunggu anime ini rilis karena sinopsisnya yang cukup menarik. Anime ini berlatar kehidupan manusia 3.700 tahun kedepan. Pada suatu hari, ada cahaya hijau yang tidak diketahui asalnya menyinari seluruh bumi dan mengubah seluruh isinya menjadi batu. Hari demi hari berlalu sampai kira-kira 3.700 tahun lamanya manusia dan hewan masih menjadi batu. Senku, seorang insan genius, bersama kedua temannya Taiju dan Yuzuriha berhasil bangkit, kemudian mereka bertiga menelusuri bumi untuk membangkitkan manusia dan membangun peradaban baru lagi di zaman batu. Namun perjalanan mereka tidak semudah yang dibayangkan, karena ada kelompok manusia yang tidak setuju dengan rencana senku untuk menghidupkan peradaban manusia lagi.

Lanjut ke season ke-2, kelompok manusia yang tidak sepaham dengan rencana Senku untuk menghidupkan kembali peradaban manusia dipimpin oleh Tsukasa. Dia berusaha untuk membunuh Senku bersama pengikutnya, namun ia tetap bertekat untuk membangun kerajaan sainsnya. Di season 2 inilah terjadi pertarungan antara kelompok Tsukasa dan kelompok senku.

Season ke-3 menceritakan apa?

Meskipun Senku dan teman-temannya sukses di season 1 dan 2, tapi mereka belum memecahkan misteri, dari mana asal cahaya hijau yang mengubah seisi bumi itu menjadi batu. Jadi di season ke-3 ini Senku akan melanjutkan penjelajahan bumi melalui jalur air dan memecahkan misteri asal-usul cahaya hijau. Sembari menunggu season 3 yang masih lama rilisnya, penulis memberikan episode spesial Dr. Stone: (Ryusui) untuk mengobati rasa kangen para penonton.

Yang paling menarik dari seri anime ini, kita bisa menyaksikan anime sambil belajar berbagai macam ilmu sains. Banyak disebutkan jenis-jenis bahan kimia yang bisa ditemukan dan disintesis dari alam, bahkan dijelaskan juga bagaimana cara memperoleh dan mengolah bahan-bahan mentah tersebut sampai bisa digunakan menjadi produk jadi. Di season 1, Senku berhasil membuat sabun, minuman bersoda, arang, kacamata dan telepon di zaman batu. Yang paling gokil di season 2 Senku membuat makanan instan, bom dan mobil. Selain ceritanya yang menarik dan mengedukasi, grafisnya juga mantap. Visualisasi yang menggambarkan reaksi-reaksi saintisnya tidak perlu diragukan lagi akan memanjakan bola mata manjah ini.

Lagu opening dan endingnya juga bagus. Burnout Syndromes - Good Morning Word, dan masih ada lagi yang lain bisa di cek di channel YouTube TOHO animation.

Kalau kalian merasa teracun dan ingin mencoba terjun ke dunia per-wibu-an, Dr. Stone adalah pilihan yang bisa ditonton di aplikasi seperti WeTV, iQIYI, Netflix, VIU, Iflix,  AnimLovers, Crunchyroll, Anime TV, AnimeLab, FastAnime, AnYme, Animeindo, Funanime. Bisa juga nonton di web seperti oplovers, samehadu, ani-one, dan masih banyak lagi. Selamat menonton sohabat-sohabat calon wibu dimasa mendatang, 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak