facebook

3 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hubungan Johnny Depp dan Amber Heard

Hellen Nurdiana
3 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hubungan Johnny Depp dan Amber Heard
Amber Heard dan Johnny Depp (Foto: Pinkvilla)

Sudah memasuki bulan Juni 2022, namun kasus pencemaran nama baik Johnny Depp dan mantan istrinya Amber Heard di persidangan masih hangat dibicarakan oleh siapapun di seluruh dunia. Selama 6 minggu bukti persidangan digali melalui rekaman audio yang menunjukkan bintang "Pirates of the Caribbean" tersebut telah diserang secara fisik dan emosional oleh Amber Heard yang saat itu masih berstatus sebagai istrinya.

Dari kasus yang terkenal ini memang terlihat banyak kekacauan dari pasangan tersebut dan pengacara mereka. Namun situasi tragis yang terjadi antara Johnny Depp dan Amber Heard memang menghadirkan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil tentang bagaimana membangun hubungan yang lebih sehat dengan pasangan kita.

Berikut ini adalah 3 pelajaran yang bisa kita petik dari hubungan Johnny Depp dan Amber Heard yang telah dirangkum dari laman pinkvilla.

1. Selalu waspada terhadap tanda bahaya yang mengindikasikan penyalahgunaan

Ilustrasi Pasangan berdebat (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi Pasangan berdebat (Pexels/Ketut Subiyanto)

Saat berkencan, orang-orang sering berhati-hati untuk memperhatikan hal-hal kecil tentang satu sama lain. Ini juga bisa digunakan untuk mencari tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pasangan kita belum siap untuk cinta; mungkin mereka secara emosional tidak ingin merasakan cinta, bahkan dia akan mengendalikan pasangannya atau bahkan manipulatif. 

Pada saat  tahap awal memulai hubungan, itulah waktu yang ideal untuk memperhatikan aspek-aspek kepribadian pasangan. Tidak hanya untuk yang baru memulai sebuah hubungan, bahkan dalam hubungan dan pernikahan pun kita harus yakin untuk memperhatikan tanda-tanda yang dapat memberikan indikasi bahwa pasangan kita adalah seseorang yang kasar secara emosional.

Pastikan untuk dapat mengatasi masalah tersebut tepat waktu, daripada harus berada di dalam hubungan yang dipenuhi tindakan kasar dari pasangan yang seperti terjadi dalam hubungan Johnny Depp dan Amber Heard.

2. Jangan mencoba menyalakan api pada pasangan

Ilustrasi pasangan bertengkar (Foto : Pexels/Alex Green)
Ilustrasi pasangan bertengkar (Pexels/Alex Green)

Maksud dari jangan menyalakan api pada pasangan disini adalah jangan membuat pasangan emosi. Tentu tidak ada orang yang suka kalah dalam berdebat dengan kekasihnya, namun akan lebih baik bahwa kita bisa menerima bahwa kita bersalah dan setuju akan selalu ada yang menang dan kalah dalam menjalin sebuah hubungan. Takut terbukti salah akan menyebabkan pasangan tertentu menyerang dan menyalahkan pasangan mereka seperti yang diduga dilakukan oleh Amber Heard kepada Johnny Depp. 

Ketika diperlakukan secara tidak adil, beberapa pasangan mungkin akan menyalakan api pada pasangan dan menyindir bahwa mereka bersalah padahal pada kenyataannya mungkin mereka berada di pihak yang tidak bersalah sama sekali. Ini harus dihindari dengan segala cara untuk sebuah hubungan yang sehat.

3. Permintaan maaf tidak bisa memaafkan kekerasan fisik

Ilustrasi pasangan agresif (Foto : Pexels/Timur Weber)
Ilustrasi pasangan agresif (Pexels/Timur Weber)

Sering kali kita mungkin tergoda untuk memaafkan pasangan setelah insiden penyerangan fisik semata-mata karena keterikatan antara kita dan pasangan. Atau mungkin kita tidak ingin mengganggu kehidupan dan kebersamaan yang telah dibangun bersama selama bertahun tahun. Namun, ada yang harus diingat bahwa permintaan maaf saja meskipun hal itu tulus dilakukan oleh pasangan kita, tetapi itu bukan berarti meniadakan tindakan kekerasan yang mereka lakukan. 

Jika memang tetap ingin melanjutkan hubungan, maka beberapa tindakan harus diambil untuk memastikan bahwa serangan atau kekerasan itu tidak terulang kembali. Kita dapat mempertimbangkan untuk mereka mencari bantuan medis dengan program manajemen kemarahan atau meminta pasangan kita untuk berkonsultasi dengan terapis untuk mengatasi masalah mereka sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang tidak akan menyakiti kita secara fisik maupun juga emosional.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak