alexametrics

Jangan Disepelekan, Ini 4 Dampak Buruk Kebiasaan Telat Makan

Denisa Shafadila
Jangan Disepelekan, Ini 4 Dampak Buruk Kebiasaan Telat Makan
Orang yang menyempatkan makan di sela-sela kesibukannya (Pixabay/tommaso79).

Makan merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan setiap hari. Saran makan yang tepat agar bisa memenuhi gizi harian adalah tiga kali dalam satu hari, yakni pada pagi, siang, dan sore hari. 

Namun, karena beberapa kesibukan yang ada, kamu seringkali sengaja mengundurkan jam makan demi pekerjaan agar bisa selesai terlebih dahulu. Bahkan, kamu juga bisa melewatkan waktu makan.

Hal tersebut jika berkepanjangan bisa menimbulkan penyakit dalam tubuh kamu. Parahnya, penyakit ini tidak hanya menyerang pada sistem pencernaan kamu saja.

Lantas, apa saja bahaya telat makan? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini:

1. Meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung

Kebiasaan telat makan bisa menyebabkan lambung kamu terluka. Mengapa demikian? Dikutip dari Hello Sehat, ketika kamu telat makan, maka dinding lambung bisa terluka atau mengalami iritasi karena terus-menerus terkena asam lambung yang bersifat mengikis.

Penderita tukak lambung biasanya akan mengalami sakit perut, mulai, dan nyeri pada ulu hati.

2. Mudah lelah

Kebiasaan telat makan selanjutnya adalah kamu bisa mudah mengalami kelelahan karena telat makan. Ketika kamu telat makan, maka pasokan gula darah yang ada dalam tubuh juga semakin rendah. 

Dikutip dari Liputan 6, ketika gula darah di tubuh rendah, hal tersebut bisa memengaruhi memori, konsentrasi, kinerja mental, serta fisik kamu.

3. Kehilangan rasa nikmat saat makan

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena kamu pada akhirnya hanya memaksakan diri untuk makan di sela-sela kesibukan dan aktivitas yang tengah kamu jalani.

Kamu tidak berusaha untuk memberikan waktu istirahat pada diri kamu agar benar-benar bisa menyantap makanan dengan baik. Oleh karena itu, kamu akan kehilangan selera dan kenikmatan saat makan.

4. Meningkatkan risiko kecemasan

Hal ini bisa terjadi, terutama saat kamu sering melewatkan sarapan. Dikutip dari SehatQ, studi di tahun 2018 yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menunjukkan bahwa remaja yang tidak sarapan akan lebih rentan terkena stres dan depresi dibandingkan dengan remaja yang rutin sarapan.

Sesibuk apapun kegiatan dan aktivitas yang kamu jalankan setiap harinya, jangan sampai membuatmu memiliki kebiasaan telat makan. 

Hal tersebut sudah terbukti tidak baik untuk tubuh kamu. Padahal, agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik, kamu mesti menjaga kesehatan.

Jika kamu sakit, tentu pekerjaan akan terganggu dan hasilnya menjadi tidak maksimal. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak