facebook

4 Ciri Fake People di Tempat Kerja, Catat agar Tak Ditikung dari Belakang!

Reza Hour
4 Ciri Fake People di Tempat Kerja, Catat agar Tak Ditikung dari Belakang!
Ilustrasi berdebat (pexels/Yan Krukov)

Dalam lingkungan kerja, kamu pasti menemukan beragam karakter orang. Rekan kerja kamu punya kepribadian masing-masing, berbeda satu dengan yang lain. Namun, pasti ada saja rekan kerja yang bisa membuatmu tak nyaman jika bersama dengannya. Kenyataannya, ada segelintir rekan kerja yang membuatmu kesal atau tidak nyaman karena sikapnya.

Untuk bisa menyikapi dan membedakan mana rekan kerja yang memang niat tulus atau tidak alias fake people, kamu bisa baca tanda-tandanya. Untuk bisa mengetahui tanda-tandanya, yuk simak ulasan di bawah ini!

1. Bersikap manis kalau ada maunya

Orang yang fake people memang ahli dalam mengendalikan emosi orang lain. Alhasil, kamu pun bisa terkesima dengan bujuk rayunya.

Terkadang, ada maksud tersembunyi jika dia menginginkan sesuatu. Makanya, untuk bisa mewujudkannya, dia rela bersikap manis kalau ada maunya. Semua itu demi kepentingan pribadinya.

2. Menghormati hanya pada orang lain yang memiliki kekuasaan

Demi mendapatkan posisi karier yang diinginkan, dirinya kerap kali mencari perhatian orang yang memiliki kekuasaan, seperti atasan atau bosnya. Bahkan dirinya sering menyanjung dan menghormatinya.

Sehingga, ingin lebih menonjol dari yang lainnya. Bahkan berani menjatuhkan rekan kerjanya sendiri demi kepentingannya.

3. Hobi bergosip kesana kemari

Bukan hanya pada lingkungan pertemanan, tapi di tempat kerja pasti kamu akan menjumpai rekan kerja yang hobinya bergosip. Sebenarnya, orang yang fake people sering bergosip ke sana ke mari tanpa pandang bulu lantaran ingin mencari perhatian.

Seolah-olah dirinya adalah sumber informasi dan sebagai orang penting. Bagaimanapun juga, bergosip adalah tindakan yang tidak terpuji, apalagi yang dibicarakan tidak sesuai dengan kenyataannya.

4. Kerap kali mengkritik orang lain biar dianggap sebagai sosok yang pintar

Kritik memanglah dibutuhkan untuk mengetahui hal apa saja yang terjadi kesalahan dan mampu mengetahui kekurangan yang ada di dalam diri. Namun, kamu juga perlu mengetahui antara kritik mana yang membangun dan berniat untuk menjatuhkanmu.

Sebab, terkadang fake people memang sengaja mengkritik demi memperburuk nama baik rekan kerjanya. Tidak heran jika dirinya ingin dianggap sebagai orang yang pintar dengan cara mengkritik orang lain secara membabi buta.

Bukanlah langkah yang tepat jika kamu terus-menerus fokus dengan tingkah lakunya tersebut. Lebih baik fokus dengan tanggung jawabmu, dan memberikan performa kerja yang terbaik.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak